Arab Saudi Perketat Syarat Medis, Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji Kalteng 2026 Diperketat

Palangka Raya, Kantamedia.com — Pemeriksaan kesehatan jemaah haji tahun 2026 di Kalimantan Tengah dipastikan akan berlangsung lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengetatan ini dilakukan sebagai respons atas kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menegaskan tidak lagi mentolerir pengiriman jemaah yang dinilai tidak layak secara medis.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Tengah, H. Hasan Basri, usai melakukan koordinasi tahapan penyelenggaraan haji di Asrama Haji Palangka Raya, Senin (15/12/2025).
“Tahun ini istita’ah kesehatan sangat ketat. Arab Saudi sudah mewanti-wanti, mereka tidak akan menerima jemaah yang secara medis tidak layak terbang,” tegas Hasan Basri.

Baca juga:  Kalteng Genjot Realisasi Plasma dan CSR Perkebunan

Ia mengungkapkan, hingga saat ini progres istita’ah kesehatan jemaah haji di Kalimantan Tengah masih tergolong rendah. Hal tersebut, menurutnya, disebabkan proses pemeriksaan yang dilakukan secara profesional dan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun.
“Tenaga medis sekarang memiliki kewenangan penuh. Tidak bisa ada titipan atau tekanan dari pihak mana pun,” katanya.

Selain aspek kesehatan, Hasan Basri menegaskan bahwa perbaikan penyelenggaraan haji 2026 juga difokuskan pada penguatan pendampingan jemaah, khususnya jemaah lanjut usia dan jemaah berkebutuhan khusus. Salah satu bentuk pendampingan dilakukan pada tahapan pelunasan biaya haji secara daring.
“Masih banyak jemaah yang kesulitan saat pelunasan online karena belum terbiasa menggunakan aplikasi perbankan. Ini yang kami dampingi,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur Kalteng Tegas Soal Kasus Dokter, Layanan Rumah Sakit Tak Boleh Terganggu

Pendampingan juga diberikan dalam pengurusan dokumen perjalanan, terutama paspor, bagi jemaah dari wilayah pedalaman yang belum pernah menunaikan ibadah umrah dan belum memahami proses keimigrasian.
“Kami dampingi sampai ke kantor Imigrasi, baik di Palangka Raya, Sampit, maupun Buntok,” tambahnya.

Ia berharap, melalui pengetatan pemeriksaan kesehatan serta penguatan pendampingan di berbagai tahapan, jemaah haji asal Kalimantan Tengah dapat berangkat dalam kondisi lebih siap, aman, dan sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan. (Daw).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *