Palangka Raya, kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas produksi pertanian di tengah potensi gangguan iklim, termasuk ancaman fenomena El Nino.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, menyampaikan bahwa periode tanam Maret hingga Oktober 2026 masih berada dalam kondisi relatif aman dibandingkan tahun sebelumnya. “Walaupun ada prediksi El Nino, pola tanam kita masih bisa dimitigasi,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Strategi utama yang dilakukan meliputi penguatan jaringan irigasi untuk menjaga ketersediaan air, serta penerapan pompanisasi di wilayah yang mengalami kekurangan air. Pemerintah juga mendorong penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan sebagai langkah adaptif menghadapi perubahan iklim.
Penyesuaian penggunaan pupuk turut menjadi bagian dari strategi mitigasi, termasuk pengurangan pupuk kimia yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan tanaman.
Menurut Rendy, pendekatan ini penting untuk memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat faktor cuaca. “Intinya kita menyesuaikan dengan kondisi iklim, supaya produksi tetap optimal,” katanya.
Dengan kombinasi intervensi teknis dan adaptasi pola tanam, Kalimantan Tengah berupaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah dinamika perubahan iklim global. (daw).


