Katingan Hilir, kantamedia.com – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 22 Juli 2025, menyalurkan bantuan pangan tambahan bagi anak-anak yang terindikasi stunting di Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Intervensi Kewaspadaan Pangan dan Gizi yang dilaksanakan melalui DPA-SKPD 2025 dan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan.
Sebanyak 100 anak dari delapan desa dan kelurahan menjadi penerima manfaat bantuan ini. Lokasi tersebut antara lain: Kelurahan Kasongan Lama (34 anak), Kelurahan Kasongan Baru (14 anak), Desa Tumbang Liting (9 anak), Desa Tewang Kadamba (4 anak), Desa Talian Kereng (7 anak), Desa Banut Kalanaman (6 anak), Desa Telangkah (20 anak), dan Desa Hampalit (6 anak).
“Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Ketersediaan Pangan mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, didampingi kepala bidang dari kabupaten terkait. Penyaluran dilakukan di masing-masing kantor desa dan kelurahan,” terang pernyataan resmi dinas.
Untuk dua kelurahan, yaitu Kasongan Lama dan Kasongan Baru, bantuan diterima langsung oleh lurah setempat, sementara desa lainnya diserahkan kepada para kepala desa. Bantuan pangan terdiri atas susu SGM (disesuaikan dengan usia anak), telur, kacang hijau, bubur Milna, serta buah jeruk dan pisang.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak yang terindikasi stunting dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi harian mereka melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang dan mendorong pola konsumsi sehat.
“PMT bukan hanya soal menambah asupan gizi anak, tetapi juga bagian dari strategi menekan angka stunting dan menurunkan beban ekonomi keluarga miskin yang memiliki anak dengan kondisi rawan gizi,” ujar pihak Dinas Ketahanan Pangan dalam keterangan tertulisnya.
Kabupaten Katingan menjadi salah satu wilayah prioritas dalam program intervensi tahun ini, di samping Barito Selatan yang juga masuk kategori kabupaten dengan angka stunting yang masih cukup tinggi di Kalimantan Tengah. Diharapkan, model kerja sama lintas sektor seperti ini bisa diperluas ke kabupaten lainnya guna memperkuat capaian pembangunan kesehatan di tingkat provinsi. (daw)


