Palangka Raya, kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan melalui kegiatan “Forkopimda Mengajar”, yang digelar serentak pada Selasa, (8/7/2025), secara hybrid dengan pemanfaatan teknologi Zoom dan papan tulis interaktif di masing-masing kelas.
Kegiatan ini menyasar seluruh siswa baru SMA, SMK, dan SLB se-Kalteng dengan mengusung tema “Pembelajaran Secara Digital untuk Pemerataan Pendidikan dalam Mencetak Generasi Kalteng Unggul dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045.”
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran secara tegas menyampaikan bahwa negara harus hadir memberikan fasilitas pendidikan yang merata dan adil. Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap anak-anak yang memiliki tekad kuat untuk belajar, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.
“Kalau anaknya punya semangat, niat, dan kemauan, kita harus dukung. Pemerintah ingin memastikan seluruh anak di Kalimantan Tengah mendapatkan akses pendidikan yang layak. Tidak boleh ada yang tidak bisa sekolah karena biaya,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti praktik pungutan liar yang kerap menjadi hambatan bagi peserta didik. Ia mengingatkan kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk tidak memberatkan siswa miskin dengan pungutan yang tidak sah.
“Kalau ada pungutan liar, laporkan ke saya. Tidak usah ngajar lagi kalau masih memungut kepada anak-anak. Untuk siswa dari keluarga tidak mampu, kurang lebih 30 ribu orang se-Kalteng, itu digratiskan. Yang memungut akan kami tindak tegas,” tegas Agustiar.
Dalam arahannya, Gubernur juga menekankan pentingnya pendidikan agama, moral, dan disiplin dalam kehidupan pelajar. Ia berharap anak-anak Kalteng mampu menjadi sarjana dari seluruh penjuru daerah, termasuk pedalaman.
“Bapak Gubernur ingin satu rumah satu sarjana. Hati-hati dengan lingkungan. Dengan agama hidup jadi terarah, dengan ilmu hidup jadi mudah, dan dengan seni hidup jadi indah,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya menjalankan ibadah di sela aktivitas belajar, termasuk memantau pelaksanaan sholat di sekolah melalui sistem digital yang telah tersedia.
Kegiatan ini turut diikuti siswa dari seluruh pelosok Kalteng. Andrea Claresta S, siswa SMAN 3 Palangka Raya, menyambut positif kegiatan ini. Dalam wawancaranya, ia mengungkapkan harapan besar agar forum seperti ini rutin dilaksanakan.
“Saya sangat ingin berdiskusi langsung dengan Bapak Gubernur, tapi mungkin kesempatan itu akan datang di lain waktu. Yang penting adalah semangat dan kemauan belajar. Program ini sangat menginspirasi, apalagi tadi diceritakan bagaimana Kapolda dan Pangdam juga berasal dari keluarga biasa tapi bisa berhasil lewat pendidikan,” ungkap Andrea.
Kegiatan ini menjadi tonggak simbolik penting bagi Pemprov Kalteng dalam memanfaatkan teknologi untuk menjembatani jarak, menyatukan visi Forkopimda, dan membangun budaya belajar yang setara di seluruh pelosok Kalimantan Tengah. Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan adalah “number one”, dan generasi unggul hanya bisa lahir dari sistem yang mendukung, adil, dan bebas pungutan ilegal. (daw)


