HUT ke-69 Kalteng Disiapkan Meriah dan Inovatif

Palangka Raya, Kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi atau HUT ke-69 Provinsi Kalteng tahun 2026. Meski tengah melakukan efisiensi anggaran, perayaan tahun ini ditargetkan tetap meriah melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan inovasi kegiatan.

Pj. Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, menegaskan bahwa keterbatasan dana bukan penghalang untuk menciptakan momentum yang berkesan bagi masyarakat. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan bersinergi dengan TNI/Polri, swasta, hingga pelaku UMKM.

“Gubernur menginstruksikan agar HUT ke-69 Kalteng tetap semarak. Kuncinya adalah gotong royong antarinstansi dan optimalisasi sumber daya yang ada,” ujar Linae dalam rapat koordinasi di Aula Eka Hapakat, Kamis (9/4/2026).

Sejumlah agenda strategis telah disusun, mulai dari Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang diincar masuk dalam Kharisma Event Nusantara, hingga Kalteng Expo berskala nasional. Selain itu, kegiatan rutin seperti karnaval budaya, lomba olahraga tradisional, serta bakti sosial tetap akan digelar mulai April ini.

Staf Khusus Gubernur, Herson B. Aden, menambahkan bahwa panitia harus mengusung konsep yang ikonik dan berdampak ekonomi nyata. Menurutnya, kualitas acara lebih utama dibandingkan kuantitas kegiatan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah ketersediaan sarana pendukung, termasuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan logistik dan perlengkapan acara.

Di sisi lain, para pelaku usaha juga diingatkan untuk memantau fluktuasi biaya operasional, termasuk pengaruh harga plastik pada pengemasan produk UMKM yang dipasarkan selama ekspo berlangsung.

Pemerintah menargetkan tema dan logo resmi HUT ke-69 Kalteng akan diluncurkan pada 30 April 2026. Publikasi masif akan segera dilakukan untuk meningkatkan citra daerah serta menarik minat investor dan wisatawan nasional ke Bumi Tambun Bungai. Melalui persiapan matang ini, Pemprov Kalteng optimis hari jadi provinsi tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi penggerak roda ekonomi dan pelestarian budaya lokal. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *