OMC Karhutla Kalteng Terkendala Minim Awan, Pemprov Tetap Berupaya

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendatangkan hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala kondisi atmosfer, terutama terbatasnya awan yang dapat dimodifikasi.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan koordinasi dengan BNPB terkait OMC terus dilakukan. Pemerintah daerah berharap operasi tersebut dapat kembali digelar untuk membantu membasahi wilayah yang terdampak maupun rawan kebakaran.

“Untuk OMC, hari-hari kami berkoordinasi dengan BNPB. Harapan kami OMC ini terus dilakukan, terus berupaya,” ujar Agustiar saat konferensi pers penanganan karhutla di halaman Istana Isen Mulang, Senin (31/8).

Menurut Agustiar, OMC sebelumnya telah beberapa kali diterapkan di Kalteng. Hasilnya tidak selalu sesuai harapan karena keberhasilan operasi sangat dipengaruhi kondisi atmosfer saat pelaksanaan.

“Sudah beberapa kali kita coba OMC, ada beberapa kali yang sukses. Selebihnya, ya,” katanya.

Ia menjelaskan salah satu persoalan utama di Kalteng adalah ketersediaan awan yang dapat menjadi sasaran modifikasi. Karakteristik wilayah Kalimantan yang berada di sekitar garis khatulistiwa disebut menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut.

“Kendalanya Kalimantan Tengah ini, Kalimantan ini mungkin daerah khatulistiwa, awannya kurang. Nah, itu faktornya,” jelasnya.

Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Pemprov Kalteng tetap mendorong OMC sebagai salah satu instrumen pendukung penanganan karhutla. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat berbagai langkah menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau.

Agustiar menegaskan penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Seluruh upaya, termasuk rekayasa cuaca, tetap akan dilakukan sesuai peluang dan kondisi yang tersedia.

“Kita terus berikhtiar, berusaha terus,” pungkasnya. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *