Pemprov Kalteng Pastikan Pembinaan UMKM dan Ketertiban Car Free Night Huma Betang Night

Palangka Raya, kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam membina pelaku UMKM sekaligus menjaga ketertiban umum dalam pelaksanaan Car Free Night (CFN) Huma Betang Night yang rutin digelar di Bundaran Besar Palangka Raya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah edukasi budaya dan penguatan ekonomi lokal.

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menjelaskan bahwa pembinaan kepada UMKM terus dilakukan secara berkala agar pelaku usaha kecil dapat terus naik kelas. “Kami selalu mengingatkan UMKM supaya naik kelas. Mereka harus menjaga kebersihan, kualitas makanan, kemasan, dan penyajian yang menarik pembeli,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan, Kamis (17/7).

Baca juga:  Kalteng Gunakan Starlink Perkuat Internet Desa

Menanggapi kritik masyarakat terkait penutupan jalan utama di sekitar Bundaran Besar yang dinilai mengganggu mobilitas, Leonard menyebut hal tersebut sebagai respons yang wajar. Namun, menurutnya, Pemprov telah menyiapkan skema jalan alternatif yang diumumkan melalui berbagai saluran informasi. “Kalau satu jalur ditutup, masih ada jalan lain. Semua sudah dihitung,” tegasnya.

Selain itu, isu dominasi agenda di Bundaran Besar dibanding Taman Budaya juga mendapat perhatian. Leonard menyatakan bahwa kedua lokasi bisa berjalan beriringan. “Yang ingin di Taman Budaya tetap bisa, lalu kembali ke Bundaran. Budaya tetap harus tersosialisasi dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, CFN tidak hanya sekadar ajang kuliner dan hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan budaya lokal. Melalui panggung seni yang tersedia, masyarakat dikenalkan pada makna tarian Dayak, filosofi Rumah Betang, serta ungkapan khas seperti isen mulang dan mamut menteng ureh. “Kalau tidak kita sampaikan, lama-lama kita bisa kehilangan jati diri,” tegasnya.

Baca juga:  Pemprov Kalteng Siap Fasilitasi Sengketa Plasma

Dengan pendekatan edukatif dan manajemen keramaian yang terukur, Pemprov memastikan CFN Huma Betang Night dapat terus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi etalase budaya Dayak yang terbuka bagi publik luas. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *