Produksi Beras Kalteng Diproyeksi Mencapai 207 Ribu Ton

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Produksi beras Kalimantan Tengah pada 2026 diperkirakan hanya mencapai sekitar 207.411 ton, jauh di bawah target tahunan sebesar 369.095 ton. Hingga akhir Oktober, realisasi produksi baru mencapai 203.525 ton atau 55,14 persen dari target yang ditetapkan pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, menyampaikan perkembangan tersebut pada Selasa (3/11/2026). Ia menjelaskan, tambahan produksi hingga akhir Desember diperkirakan terbatas karena potensi luas panen yang tersisa semakin kecil.

“Dengan demikian, tambahan produksi beras sampai akhir Desember diperkirakan mencapai 3.885 ton. Jadi, produksi beras yang sebelumnya sebesar 203.525 ton diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 207.411 ton sampai akhir tahun 2026,” ujar Rendy.

Ia menjelaskan, potensi luas panen hingga akhir tahun diperkirakan hanya sekitar 1.777 hektare. Dari luasan tersebut, produksi gabah kering giling (GKG) diperkirakan sekitar 6.541 ton, yang kemudian dikonversikan menjadi sekitar 3.885 ton beras.

Dengan proyeksi tersebut, masih terdapat kesenjangan sekitar 161.684 ton terhadap target produksi tahunan. Artinya, capaian produksi beras diperkirakan hanya sekitar 56 persen dari target 2026.

Meski demikian, produksi beras tahun ini diproyeksikan masih lebih tinggi dibandingkan 2025 yang mencapai 197.224 ton. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan produksi, walaupun belum cukup untuk mendekati target yang ditetapkan.

Kabupaten Kapuas menjadi penyumbang produksi beras terbesar dengan realisasi 70.997 ton hingga akhir Oktober. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pulang Pisau dengan produksi 52.272 ton. Namun, Rendy menyebut persentase pencapaian Kapuas terhadap target daerah masih relatif rendah, bahkan belum mencapai 40 persen.

Ia mengakui pencapaian target produksi beras 2026 kemungkinan sulit diwujudkan. Kondisi tersebut berkaitan dengan terbatasnya potensi panen pada sisa tahun berjalan, meskipun produktivitas tanaman padi mengalami peningkatan.

“Kalau kita melihat target tahunan sebesar 369.095 ton, memang kemungkinan produksi beras kita sampai akhir tahun hanya berada di kisaran 207 ribu ton. Artinya, target tersebut masih cukup jauh untuk dicapai,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah provinsi tetap mendorong peningkatan produksi melalui pengawalan kegiatan tanam, bantuan benih, dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi pada periode berikutnya sekaligus mengurangi kesenjangan antara target dan realisasi produksi beras Kalimantan Tengah. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *