PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyalurkan sekitar 15 juta liter air bersih serta menyediakan 301 rumah oksigen untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan kesehatan masyarakat selama bencana berlangsung.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Penanggulangan Karhutla di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Minggu (1/11/2026). Rapat tersebut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Agustiar Sabran, unsur Forkopimda, serta kepala daerah dan perangkat terkait.
Linae menjelaskan, penyaluran air bersih dilakukan karena dampak kemarau menyebabkan sejumlah wilayah kabupaten dan kota mengalami kekeringan. Bahkan, di beberapa lokasi kualitas air berubah hingga terasa asin sehingga tidak layak digunakan masyarakat tanpa penanganan lebih lanjut.
“Juga sampai saat ini telah disalurkan sebanyak kurang lebih 15 juta liter air bersih. Ini perlu dilakukan dikarenakan akibat kemarau sebagian besar wilayah kabupaten telah mengalami kekeringan,” ujar Linae.
Selain air bersih, pemerintah provinsi juga menyalurkan ribuan masker dan multivitamin secara berkala kepada masyarakat terdampak di seluruh kabupaten dan kota. Dukungan kesehatan lainnya disediakan melalui 301 rumah atau ruang oksigen yang ditangani pemerintah, di luar fasilitas serupa yang disiapkan pihak swasta dan rumah ibadah.
Linae juga menyampaikan bahwa layanan berobat gratis tetap dapat dimanfaatkan masyarakat melalui program Huma Betang Sejahtera. Warga Kalimantan Tengah dapat mengakses layanan kesehatan dengan menggunakan KTP tanpa harus menunjukkan kepesertaan BPJS.
Perhatian turut diberikan kepada petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Sebelum menjalankan tugas, relawan mendapatkan pemeriksaan kesehatan, makanan, serta tambahan nutrisi berupa kacang hijau dan telur rebus. Mereka juga memperoleh makan siang dan uang harian selama bertugas.
“Bapak Gubernur juga telah mengasuransikan asuransi tenaga kerja bagi seluruh relawan. Jadi, mereka mendapatkan kepastian jaminan untuk kesehatannya selama mereka melakukan tugas dan juga untuk hal-hal apabila terjadi kecelakaan kerja,” jelasnya.
Menurut Linae, dukungan tersebut diberikan karena penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan petugas dan relawan dalam waktu yang tidak singkat. Perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja dinilai penting agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik.
Di sektor pendidikan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih berlangsung sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kondisi kabut asap. Pemerintah provinsi masih menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur terkait evaluasi pelaksanaan pembelajaran.
Linae menegaskan, upaya pemerintah tidak boleh berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pemulihan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, lingkungan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga harus menjadi perhatian dalam penanganan pascakarhutla.
Pemerintah provinsi berharap dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah kabupaten dan kota, terus diperkuat agar proses pemulihan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. (daw)






