PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Ratusan masyarakat memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina, Senin (20/7/2026) dini hari. Suasana nonton bareng (nobar) berlangsung meriah dengan sorak sorai penonton yang terus menggema sepanjang pertandingan.
Sejak sebelum kick-off, warga dari berbagai kalangan telah memenuhi area nobar. Mengenakan atribut tim favorit masing-masing, mereka larut dalam atmosfer pertandingan yang berlangsung sengit. Sesekali tepuk tangan, teriakan, hingga yel-yel dukungan terdengar ketika kedua tim saling melancarkan serangan.
Pertandingan berjalan ketat hingga waktu normal berakhir tanpa gol. Spanyol yang tampil lebih dominan dalam penguasaan bola terus menekan pertahanan Argentina. Ketegangan memuncak ketika laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu atau extra time.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-106 melalui penyelesaian Ferran Torres. Lesakan tersebut langsung disambut gemuruh ribuan penonton pendukung Spanyol yang memenuhi Bundaran Besar. Sebaliknya, pendukung Argentina tampak terdiam meski tetap memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi atas pertandingan yang berlangsung menarik.
Kemenangan 1-0 itu mengantarkan La Furia Roja meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Hasil tersebut sekaligus menutup perjalanan turnamen yang menghadirkan banyak kejutan sejak babak penyisihan hingga partai final.
Di tengah antusiasme masyarakat, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran turut hadir menyaksikan pertandingan bersama warga. Mengenakan jersey putih Timnas Spanyol dipadukan topi hitam, ia beberapa kali terlihat berdiri dari tempat duduknya saat Spanyol menciptakan peluang maupun ketika Argentina mengancam gawang lawan.
Usai pertandingan, Agustiar mengaku laga final berlangsung sesuai prediksinya karena mempertemukan dua tim terbaik dunia. Menurutnya, kualitas permainan yang ditampilkan kedua kesebelasan membuat pertandingan berlangsung menarik hingga babak tambahan waktu.
“Seru banget, tentunya kita dari awal sudah memprediksi ya,” kata Agustiar.
Meski setiap penonton memiliki tim favorit masing-masing, Gubernur menilai kebersamaan masyarakat dalam menikmati pesta sepak bola dunia jauh lebih penting. Menurutnya, kegiatan nobar juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
“Mau Spanyol maupun Argentina, yang penting kita Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pendukung Spanyol, Indra (28), mengaku puas dengan hasil pertandingan. Ia menyebut suasana nobar di Bundaran Besar terasa sangat meriah karena ribuan warga menikmati pertandingan dengan tertib dan penuh semangat.
“Pertandingannya benar-benar menegangkan. Dari awal kami yakin Spanyol bisa menang meski harus sampai extra time. Pas Ferran Torres cetak gol, semua pendukung Spanyol langsung bersorak. Nobar malam ini seru sekali karena semua menikmati pertandingan dengan aman dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.
Hingga pertandingan berakhir, masyarakat tetap bertahan di lokasi untuk merayakan kemenangan Spanyol maupun mengabadikan momen bersama keluarga dan teman. Nobar final Piala Dunia 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya pun berlangsung aman, tertib, dan menjadi salah satu pusat kemeriahan pesta sepak bola dunia di Kalimantan Tengah. (daw)


