Kantamedia.com – Pengadilan Spanyol resmi memerintahkan Begoña Gómez, istri Perdana Menteri Pedro Sánchez, untuk maju ke meja hijau atas dugaan korupsi dan penyalahgunaan pengaruh. Keputusan yang rilis pada Sabtu (20/6/2026) ini langsung mengguncang panggung politik negeri matador.
Guna menjamin kehadirannya selama proses peradilan, hakim memberlakukan sanksi pencekalan ketat berupa penyitaan paspor serta larangan meninggalkan wilayah negara.
Pencekalan Ketat dan Wajib Lapor
Hakim investigasi Juan Carlos Peinado mengonfirmasi langkah preventif ini diambil demi mengantisipasi risiko tersangka keluar dari wilayah hukum Spanyol. Selain wajib melapor ke pengadilan setiap dua pekan, pengawasan ketat kini diterapkan di seluruh pintu perbatasan darat hingga bandara sipil maupun militer.
“Kami akan mengeluarkan perintah yang diperlukan untuk semua pos perbatasan serta bandara sipil dan militer,” tegas Hakim Juan Carlos Peinado, melansir laporan dari Times of India.
Dakwaan terhadap Begoña Gómez berpusat pada dugaan korupsi di sektor bisnis swasta, pemanfaatan relasi politik demi keuntungan pribadi, serta penyalahgunaan dana publik. Kasus ini mencuat dari aktivitasnya dalam program akademik di Universitas Complutense Madrid.
Oposisi Desak Pemilu Dipercepat
Sanksi hukum ini memicu reaksi keras dari Partai Rakyat (PP) selaku oposisi utama. Mereka menilai skandal moral di lingkaran dalam perdana menteri telah mencederai kredibilitas serta kelayakan kabinet yang tengah berkuasa. Sekretaris Jenderal Partai Rakyat, Miguel Tellado, bahkan langsung mendesak pembubaran parlemen dan pelaksanaan pemilu dini.
“Para pendiri undang-undang dan konstitusi kita tidak pernah membayangkan bahwa ancaman terhadap demokrasi justru bisa datang dari pemerintah Spanyol sendiri,” kritik Miguel Tellado, seperti dikutip dari The Guardian.
Pemerintah Sebut Ada Kampanye Hitam
Di sisi lain, Perdana Menteri Pedro Sánchez membantah keras seluruh tudingan yang mengarah kepada istrinya. Ia menegaskan bahwa manuver hukum tersebut merupakan pesanan politik yang sengaja dirancang untuk meruntuhkan pemerintahannya.
Senada dengan perdana menteri, Partai Sosialis yang kini memimpin pemerintahan menyatakan optimisme bahwa Gómez bersih dari pelanggaran hukum. Mereka menilai perkara ini hanyalah kelanjutan dari tekanan politik yang sengaja dipelihara dalam beberapa tahun terakhir.
“Begoña Gómez tidak bersalah. Selama dua tahun ini, dia telah menjadi korban kampanye hitam bermotif politik dan hukum,” cetus perwakilan resmi Partai Sosialis.
Penyelidikan mendalam ini awalnya bermula dari aduan tertulis kelompok Manos Limpias, sebuah organisasi yang dikenal berafiliasi dengan sayap kanan di Spanyol. Hingga kini, penanganan perkara masih bergulir di tingkat peradilan dan belum menelurkan keputusan berkekuatan hukum tetap. (*/pri)


