Jangan Salah, ‘Perempuan’ Cantik yang Jadi Guru SMA Ini Ternyata Robot

Kantamedia.com – Dunia pendidikan di New York bagian barat, Amerika Serikat (AS), bersiap menyambut era baru. Mulai musim gugur ini, sebuah robot humanoid bertenaga artificial intelligence (AI) bernama Sally akan resmi diperkenalkan ke ruang kelas sekolah menengah atas (SMA) untuk membantu mendampingi siswa dalam proses belajar.

Inovasi ini lahir dari kemitraan antara Salamanca City Central School District dan Realbotix, perusahaan robotika asal Toronto. Penunjukan asisten digital ini menjadikan otoritas pendidikan New York sebagai salah satu pelopor yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam wujud fisik di sekolah-sekolah Amerika Serikat.

Sally, yang bernilai sekitar USD57.600, dirancang dengan penampilan menyerupai manusia. Ia memiliki kulit silikon, rambut cokelat panjang, serta lengan dan tangan yang dapat memberikan isyarat visual saat pelajaran berlangsung. Kendati demikian, Sally tidak bisa berjalan lantaran bagian kakinya didesain statis.

Penerapan pada Kurikulum Teknologi dan Keamanan Data

Pada fase awal, asisten berbasis AI ini akan ditempatkan di kelas pemrograman, robotika, dan teknologi informasi untuk siswa kelas 11 dan 12. Program ini menjadi bagian integral dari kurikulum STEAM Woz Ed yang digagas oleh salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak.

“Ini menarik tetapi juga sedikit menegangkan. Tidak semua orang terbuka terhadap banyak perubahan dalam pendidikan. Ada suatu masa di mana orang-orang berdebat; ‘Mengapa guru membutuhkan akun email?’ atau ‘Apakah kita benar-benar perlu memiliki internet di sekolah?’ Ini adalah iterasi selanjutnya dari itu. Dan kenyataannya, AI sudah ada di sekolah,” ungkap pengawas pendidikan setempat, Dr. Mark Beehler, kepada The New York Post, yang dilansir Senin (20/7/2026).

Demi menciptakan interaksi yang lebih akrab dan humanis, pihak sekolah meminta Realbotix menyetel agar Sally berbicara dengan aksen khas New York Barat. Terkait privasi, pihak sekolah menjamin robot ini beroperasi dalam sistem internal yang tertutup dan nirluring (offline), sehingga tidak akan merekam video, audio, ataupun mengumpulkan data pribadi siswa.

Menjawab Kritik Publik: Bukan Pengganti Guru

Meski sarat inovasi, proyek ini sempat menuai sentimen negatif dari warganet. Kritik bermunculan mengenai urgensi penggunaan teknologi canggih tersebut di distrik sekolah yang notabene melayani komunitas kurang beruntung.

Pihak sekolah dan pengembang pun berulang kali menegaskan bahwa keberadaan asisten mekanis ini sama sekali bukan untuk menggeser peran para pendidik manusia.

“Robot pendidikan Realbotix tidak akan pernah menggantikan guru, staf, atau interaksi manusia yang bermakna. Sebaliknya, robot ini berfungsi sebagai alat pengajaran lain yang dapat digunakan pendidik untuk melibatkan siswa, memperkuat pembelajaran di kelas, dan membangkitkan rasa ingin tahu tentang teknologi yang sedang berkembang. Robot ini akan memberikan data tetapi akan mendorong siswa untuk berpikir sendiri dan menunjukkan pemahaman tentang materi,” jelas otoritas pendidikan dalam pernyataan resminya.

Alih-alih menyajikan jawaban instan, Sally diprogram untuk membimbing para siswa menemukan solusi secara mandiri melalui metode diskusi interaktif. Keterlibatan emosional dan dedikasi guru manusia akan tetap menjadi inti utama dari ekosistem pembelajaran di sekolah. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *