Mengenal Mossad, Badan Intelijen Terkuat Israel

Kantamedia.com – Ha- le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim atau biasa dikenal dengan sebutan Mossad, adalah dinas rahasia Israel.

Mossad adalah salah satu entitas utama dalam Intelijen Israel, selain Aman (Intelijen Militer) dan Shin Bet (Dinas Keamanan Dalam Negeri).

Mossad bertanggung jawab atas intelijen luar negeri, analisis intelijen dan pelaksanaan operasi rahasia.

Berbasis di Israel, Mossad telah menjadi subjek kontroversi, spekulasi, dan mitos sejak dibentuknya pada 1949.

Mossad dikenal karena operasi rahasia yang canggih. Memiliki yang panjang dan kompleks yang telah membentuk kehadiran dan reputasinya.

Setelah pendirian Negara Israel pada 1948, Mossad didirikan sebagai bagian integral dari infrastruktur keamanan negara tersebut.

Pada April 1951, Mossad resmi didirikan dengan Reuven Shiloah sebagai direktur pertamanya dan bertanggung jawab hanya kepada Perdana .

Shiloah, berpengalaman dalam operasi khusus dan diplomasi rahasia sebelum berdirinya Negara Israel, kemudian pensiun pada 1952.

Anggaran tahunannya diperkirakan sekitar ₪10 miliar (US$2,73 miliar), dan diperkirakan mempekerjakan sekitar 7.000, menjadikannya salah satu agen spionase di dunia.

Mossad diduga bertanggung jawab atas sejumlah operasi intelijen di dunia, khususnya yang terjadi di seputar konflik Timur Tengah. Mereka telah menempatkan umat bangsa Arab sebagai ancaman utama Israel.

Mossad terkenal karena beberapa operasi penting, seperti penangkapan Adolf Eichmann—mantan jenderal Nazi yang bertanggung jawab atas Holocaust—di Argentina pada 1960. Atas hal tersebut, Eichmann diadili di Tel Aviv atas kejahatan perang dan dieksekusi pada 31 Mei 1962.

Selain itu, agen rahasia Mossad; Eli Cohen, yang berhasil menyusup ke pemerintahan Suriah dengan menyamar sebagai pengusaha, menjadi bagian dari sejarah Mossad.

Sepanjang 1970-an, Mossad membunuh anggota PLO yang terlibat peristiwa Hitam yang menewaskan sejumlah Israel pada Olimpiade di München, Jerman. Mossad juga yang menghancurkan kantor PLO di Tunis, Tunisia pada April 1988, dan membunuh salah satu pejabat pentingnya Abu .

Bagikan berita ini