Mengenal Mossad, Badan Intelijen Terkuat Israel

Pada Maret 1990, agen Mossad kembali beraksi, kini korbannya ialah seorang ilmuwan Kanada Gerald Bull yang merancang senjata super untuk Irak. Ia dibunuh di apartemennya di Brussel, Belgia. Pembunuhan ini sukses menghentikan proyek pembuatan senjata itu.

Dikutip dari Jewish Virtual Library, Mossad juga turut berperan dalam menghalangi serangan teroris di negara-negara lain. Sebagai contoh, pada bulan Agustus 2001, Mossad memberitahu FBI dan CIA bahwa sebanyak 200 teroris telah menyusup ke Amerika Serikat dan merencanakan “serangan besar-besaran di Amerika Serikat.”

Pada Juli 2018, Mossad membantu menggagalkan rencana teror yang didukung oleh Iran di Paris dengan memberikan informasi kepada pejabat keamanan di Jerman, Prancis, dan Belgia. Tiga tersangka, termasuk seorang diplomat Iran, kemudian ditangkap karena merencanakan untuk meledakkan acara unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Dewan Nasional Perlawanan Iran.

Kejadian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberitahu pertemuan duta besar NATO bahwa intelijen Israel telah membantu menggagalkan puluhan serangan teror besar di seluruh Eropa.

Europol, badan kepolisian Eropa, selanjutnya menandatangani perjanjian kerja sama dengan Israel, yang merupakan kerja sama pertama mereka dengan negara di luar Eropa dalam upaya melawan kejahatan dan terorisme.

Mossad berkolaborasi dengan perusahaan modal ventura Sequoia Capital pada bulan Juni 2017 untuk meluncurkan dana inovasi teknologi baru yang diberi nama Libertad. Tujuan proyek ini adalah untuk memanfaatkan lingkungan start-up di Israel dan memastikan bahwa Mossad dan IDF tetap unggul dalam hal teknologi terhadap musuh-musuh mereka.

Kegagalan Mossad

Namun dinas rahasia ini pernah pula beberapa kali melakukan kesalahan-kesalahan besar. Antara lain mereka pernah membunuh orang secara tidak sengaja yaitu, Ahmed Bouchiki di Lillehammer Norwegia pada tahun 1973 yang dikira Ali Hassan Salameh, salah seorang aktivis Palestina yang memimpin Gerakan September Hitam dan menculik serta membunuh kontingen Olimpiade Israel di München pada tahun 1972.

Yang paling fatal dan memalukan ialah kegagalannya mencegah pembunuhan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin. Para agennya kecolongan saat warga Yahudi Ortodoks, Yigal Amir membawa senjata dan menembak Rabin.

Hal ini memaksa pemerintahan Israel memecat direktur Mossad, Shabtai Shavit dan digantikan Danny Yatom.

Terbaru, citra Mossad kembali tercoreng setelah gagal mencegah dan mengatasi serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Serangan mendadak yang dilancarkan kelompok militan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 itu dianggap menjadi bukti kegagalan Mossad. Serangan Hamas berhasil mengacaukan Israel.

Selain meluncurkan ribuan roket ke wilayah Israel, Hamas juga berhasil menembus perbatasan Israel melalui jalur darat dan udara. (*/jnp)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *