Kantamedia.com – Setelah melarang perempuan Afghanistan kuliah, kini Taliban melarang perempuan berobat ke dokter laki-laki. Aturan baru ini khususnya berlaku di Provinsi Balkh.
Menurut laporan koran Afghanistan Hasht-e-Subah, Direktorat Urusan Masyarakat dan Pengaduan Provinsi Balkh mengumumkan dokter laki-laki tidak lagi diizinkan mengobati pasien perempuan.
Taliban juga mengumumkan ruang kerja tenaga kesehatan laki-laki dan perempuan harus dipisah. Demikian dikutip dari media Pakistan, The Current dilansir Merdeka, Jumat (13/1/2023).
Selain itu, pasien perempuan juga diminta agar berobat ke dokter atau tenaga kesehatan perempuan. Laki-laki dilarang masuk ke ruang perawatan pasien perempuan.
Sejak mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021, Taliban memberlakukan sejumlah pembatasan untuk perempuan.
Taliban memerintahkan kaum wanita Afghanistan untuk mengenakan burqa yang menutupi seluruh tubuh jika berada di depan umum. Pemimpin tertinggi Afghanistan dan kepala Taliban, Hibatullah Akhundzada mengumumkan aturan itu.
“Mereka harus mengenakan chadori (burka dari kepala hingga ujung kaki) karena itu tradisional dan penuh hormat,” kata sebuah dekrit atas namanya yang dirilis oleh otoritas Taliban pada sebuah upacara di Kabul.
Pada November, kelompok ini juga melarang perempuan masuk ke taman-taman kota di Kabul. Kelompok Taliban juga melarang penyebaran musik yang dianggap non-Islami. Peraturan itu bahkan membuat penyanyi Afghanistan bernama Fawad Andarabi diseret dari rumahnya dan dibunuh.
Kemudian pada Desember 2022, Taliban melarang perempuan atau anak perempuan sekolah dan kuliah.
Selain itu, Taliban juga memerintahkan semua organisasi non-pemerintah (NGO) lokal maupun asing untuk memberhentikan karyawan perempuan mereka. Perintah ini disampaikan melalui surat Kementerian Perekonomian. NGO yang tidak mematuhi perintah tersebut akan dicabut izin operasionalnya.


