Viral, Gereja di Meksiko Jual Kavling Rumah di Surga Seharga 1,6 Juta Dolar AS

Kantamedia.com – Sebuah gereja di Meksiko bernama Iglesia del Final de los Tiempos, telah menjadi sorotan viral di media sosial setelah mengumumkan penjualan “Kavling Rumah di Surga” dengan harga yang cukup fantastis, mencapai 1,6 juta dolar AS.

Gereja yang sebenarnya adalah gereja Evangelis satir ini menawarkan “Sebidang Tanah di Surga” melalui iklan yang dipublikasikan di Facebook mereka. Video promosi yang menampilkan sebuah rumah mewah dikelilingi sinar keemasan untuk dihuni keluarga, berhasil menarik perhatian banyak warganet dan media arus utama.

Menurut laporan dari NDTV, gereja ini telah berhasil mengumpulkan jutaan dolar dari penjualan tanah yang menjanjikan “tempat di surga”. Penjualan ini menawarkan harga awal 100 dolar AS per meter persegi, dengan pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai platform seperti American Express, Apple Pay, Google Pay, Visa, Mastercard, dan Paypal.

Baca juga:  Ingat! 3 Hari Lagi 70 Juta Warga RI Dilarang Gunakan Media Sosial

Meskipun banyak pengguna media sosial memberikan komentar lucu dan sarkastis terkait penjualan ini, gereja Iglesia del Final de los Tiempos terus mendapatkan sorotan yang luas. Gereja ini dikenal dengan aktivitasnya yang sering kali mengolok-olok tradisi gereja dan kebiasaan para pendeta yang suka memberi.

Pendeta gereja, yang dikenal sebagai Entoms, mengklaim bahwa ide penjualan tanah di surga ini berasal dari “persetujuan ilahi” yang diterimanya dalam pertemuan pribadi dengan Tuhan pada tahun 2017. Meskipun demikian, klaim ini diterima dengan skeptisisme oleh banyak pihak.

Pada akhirnya, penawaran dari gereja ini tidak hanya menjadi bahan candaan di media sosial, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius tentang batasan antara kepercayaan agama dan parodi.

Baca juga:  Jalani Tradisi, Wali Kota di Meksiko Menikahi Seekor Buaya

Sementara itu, penjualan kavling rumah di surga dari gereja ini terus menarik perhatian masyarakat global, menciptakan diskusi yang dalam tentang agama, kepercayaan, dan keabsahan praktik gereja dalam konteks modern.

Pertanyaan besar yang muncul adalah sejauh mana sebuah gereja boleh “bermain-main” dengan konsep surga dan menjualnya sebagai real estate. Apakah ini hanya sekadar parodi atau adakah lapisan serius di balik klaim mereka, tetap menjadi misteri yang harus dipecahkan oleh masyarakat dan pengamat agama.

Bagaimanapun juga, Iglesia del Final de los Tiempos telah menempatkan diri mereka di pusat perhatian dengan penawaran yang unik ini, menunjukkan bahwa bahkan dalam ranah keagamaan, kontroversi dan inovasi dapat bersinggungan secara tak terduga. (*)

Baca juga:  Mulai 10 Desember 2025, Australia Larang Remaja di Bawah 16 Tahun Gunakan Medsos
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *