Cara Terbaik Mencegah Penyebaran Virus Nipah
Profesor madya epidemiologi dan dinamika penyakit menular di London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Universitas Nagasaki, Kaja Abbas mengatakan, virus Nipah bisa mematikan. Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan dan neurologis yang parah pada manusia, yang berkembang dari demam dan sakit kepala hingga ensefalitis akut (radang otak) dalam kasus yang parah.
“Tingkat kematian kasusnya tinggi, antara 40 dan 75% , di antara orang yang terinfeksi virus Nipah,” kata Abbas saat diwawancara Al Jazeera, dilansir Sabtu (31/1/2026).
Biasanya virus ini berinkubasi di dalam tubuh manusia selama lima hingga 14 hari, dengan gejala muncul dalam tiga hingga empat hari setelah terinfeksi.
Kasus parah virus Nipah dapat ditangani melalui perawatan suportif intensif. Selain pemeriksaan kesehatan di bandara, Abbas menekankan pentingnya langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan, ventilasi yang layak, menghindari kerumunan, tetap di rumah saat sakit, mencari nasihat medis tepat waktu, serta menjalani gaya hidup sehat untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.
WHO juga telah mengeluarkan pedoman pengendalian penyebaran virus Nipah. Dalam laporan yang dirilis pada 2018, WHO menekankan pentingnya mengurangi kontak kelelawar dengan getah pohon kurma dan produk makanan segar lainnya.
“Menjauhkan kelelawar dari tempat pengumpulan getah dengan penutup pelindung (seperti penutup getah bambu) dapat membantu,” lapor WHO.
“Sari pohon kurma yang baru dikumpulkan harus direbus, dan buah-buahan harus dicuci bersih dan dikupas sebelum dikonsumsi. Buah-buahan dengan tanda gigitan kelelawar harus dibuang,” lanjut laporan tersebut.
Selain itu, pemakaian sarung tangan dan pakaian pelindung juga sangat dianjurkan saat menangani hewan sakit, jaringan tubuh, penyembelihan, atau pemusnahan hewan.
Sementara itu, untuk di lingkungan pelayanan kesehatan, tindakan pencegahan kontak dan tetesan (droplet) harus dilakukan selain prosedur standar. Dalam beberapa kasus, tindakan pencegahan melalui udara juga diperlukan.
WHO menekankan untuk menghindari kontak fisik dekat tanpa perlindungan dengan orang yang terinfeksi dan selalu mencuci tangan setelah merawat atau mengunjungi pasien.
“Kontak fisik yang dekat dan tanpa perlindungan dengan orang yang terinfeksi virus Nipah harus dihindari. Cuci tangan secara teratur harus dilakukan setelah merawat atau mengunjungi orang sakit,” tegas WHO.
Semua langkah ini dianggap penting untuk menekan penyebaran virus Nipah, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko infeksi virus Nipah yang serius. (*/pri)


