Bupati dan Wabup Barsel Bersama Ratusan Umat Islam Lakukan Salat Istisqa

Buntok, Kantamedia.com – Ratusan umat Islam Kabupaten Barito Selatan khususnya di Kota Buntok, Selasa pagi (1/9/2026) mengikuti Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baiturrahman. Turut mengikuti kegiatan itu, Bupati Barito Selatan, H. Eddy Raya Samsuri, Wakil Bupati, Khristianto Yudha, Forkopimda, serta ASN hingga pelajar.

Langkah spiritual ini diambil guna merespons krisis kekeringan, kemarau berkepanjangan, serta ancaman bencana kabut asap yang kian memprihatinkan di wilayah tersebut.

Seusai pelaksanaan ibadah, Bupati Barito Selatan, H. Eddy Raya Samsuri, mengimbau segenap warga untuk memperbanyak doa dan muhasabah diri. Kendati Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan potensi presipitasi baru melintas pada Oktober mendatang—atau bahkan kemarau bertahan hingga Februari—upaya fisik dan spiritual harus tetap berjalan beriringan.

“Kita tetap positif dan kita berdoa agar segera diguyur hujan. Kami berharap seluruh masyarakat Kabupaten Barito Selatan dapat berdoa bersama-sama agar diberikan rahmat dan pengampunan oleh Allah,” ujar Eddy Raya.

Eddy menegaskan bahwa pemenuhan pasokan air bersih sangat mendesak bagi keberlangsungan hidup warga dan kelestarian ekosistem lokal. Ibadah Salat Istisqa menjadi wujud keseriusan daerah dalam memohon pertolongan Tuhan di tengah kondisi krisis.

“Semoga kita diberikan hujan yang memberikan kehidupan bagi kita semua. Mari kita berdoa bersama dan selalu berpikir positif,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Hari Besar Islam Barito Selatan, Akhmad Akmal Husaen, menyebut momentum ibadah bersama ini sebagai sarana evaluasi diri bagi seluruh umat. Bencana kekeringan dan paparan asap tebal mestinya menyadarkan manusia akan keterbatasannya di hadapan Sang Pencipta.

“Kita menyadari bahwa kita ini kecil dan tidak ada apa-apanya di hadapan Yang Maha Kuasa. Baru diuji dengan kekeringan, kemarau, dan kabut asap saja kita sudah sangat menderita,” kata Akmal.

Ia menambahkan, momentum penanggulangan kemarau harus diimbangi dengan perbaikan pola hubungan sosial dan lingkungan. Harapannya, presipitasi yang ditunggu kelak membasahi tanah Barito Selatan membawa kebaikan tanpa memicu bencana susulan. “Kita memohon hujan yang bermanfaat, bukan hujan yang menambah bencana. Semoga kita semua dijauhkan dari segala bala dan bencana,” pungkasnya.

Doa memohon hujan ini tak hanya dilakukan umat Islam. Pada saat yang sama, umat Katolik dan Protestan juga melaksanakan penyembahan dan doa syafaat di Aula Sekretariat Daerah. Sedangkan untuk ASN beragama Hindu dan Buddha melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *