Buntok, Kantamedia.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama Kepolisian Resor Barito Selatan mengambil langkah cepat guna mengantisipasi memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah konkret ini diwujudkan lewat aksi turun ke jalan untuk membagikan ribuan alat pelindung pernapasan bagi warga di kawasan Kota Buntok pada Kamis (20/8/2026).
Aksi kepedulian sosial tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha, Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea, serta Penjabat Sekretaris Daerah Ita Minarni. Gerakan kolaboratif ini turut menyertakan personel dari Dinas Kesehatan, BPBD serta sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Barito Selatan.
Sebanyak 3.000 lembar penutup hidung dan mulut disalurkan secara cuma-cuma dalam aksi tersebut, dengan rincian 2.500 unit untuk kelompok dewasa dan 500 unit ukuran anak-anak. Petugas menyasar pengguna jalan hingga para pedagang yang masih harus beraktivitas di luar ruangan di tengah ancaman emisi karhutla.
Sebaran Lokasi Strategis
Untuk memastikan bantuan terdistribusi secara merata, jajaran tim gabungan menyisir empat pusat keramaian di Buntok. Titik pembagian terkonsentrasi di area Bundaran Haji Indar, Bundaran Rumah Sakit, Bundaran PDAM, serta kawasan pusat perbelanjaan Pasar Plaza Beringin. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan tingginya mobilitas warga serta risiko paparan partikel abu berbahaya di area terbuka.
AKBP Jecson menegaskan bahwa pembagian penutup wajah ini merupakan upaya promotif dan preventif guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, khususnya ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang kerap melonjak saat kemarau panjang.
“Masker itu kami bagikan kepada setiap pengendara yang melintas dan para pedagang yang berjualan di area Pasar Plaza Beringin,” ujar Jecson.
Ia menambahkan bahwa intervensi ini memuat pesan edukasi agar warga lebih disiplin menjaga diri ketika menjalankan aktivitas harian di tengah ancaman polusi udara. “Kami ingin membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan, khususnya dalam menghadapi kondisi udara selama musim kemarau,” tuturnya.
Jecson menjelaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi pendekatan humanis kepolisian yang tidak hanya fokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, melainkan juga responsif terhadap kebutuhan mendesak publik.
“Musim kemarau yang cukup panjang membuat kita perlu meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Melalui pembagian masker ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih waspada dan menjaga kesehatan diri saat beraktivitas di luar rumah,” lanjutnya.
Menurut Jecson, sinergi lintas instansi dalam aksi tanggap iklim ini menjadi fondasi penting dalam memberikan pelayanan publik yang nyata di lapangan.
“Kami tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan kepedulian melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dan pelayanan kepolisian diharapkan akan semakin meningkat dengan mengedepankan kepedulian, pendekatan humanis, serta kehadiran nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Tanggung Jawab Bersama
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha menggarisbawahi bahwa pembagian alat pelindung diri ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mengayomi keselamatan jiwa warga dari bencana ekologis.
Khristianto mengingatkan bahwa upaya mitigasi dampaknya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan memerlukan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan elemen warga.
“Kehadiran kita di sini ingin menyampaikan pesan sederhana: menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan menggunakan masker, kita tidak hanya melindungi diri sendiri dari paparan asap dan debu akibat Karhutla, tetapi juga melindungi keluarga dan orang-orang di sekitar kita,” pungkas Khristianto. (pri)


