13 Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Batal, Penumpang Dapat Refund Penuh

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Sebanyak 13 penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dibatalkan akibat kabut asap yang mengganggu jarak pandang pada Minggu (30/8/2026). Maskapai memberikan fasilitas pengembalian tiket atau refund penuh kepada penumpang yang terdampak.

General Manager (GM) Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan pembatalan penerbangan tersebut telah ditindaklanjuti oleh maskapai dengan memberikan sejumlah pilihan kepada penumpang, termasuk pengembalian dana secara penuh.

“Untuk 13 itu sebagian ini kan teman-teman maskapai memberikan relaksasi untuk refund full,” kata I Made Darmawan, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, sebagian penumpang telah memilih untuk mengembalikan tiket dan menerima uang mereka secara penuh dari maskapai. Berdasarkan pemantauan pihak bandara, proses tersebut telah banyak dilakukan oleh penumpang dari sejumlah maskapai.

“Sebagian masyarakat itu sudah melakukan pengembalian tiket. Uangnya dikembalikan penuh oleh teman-teman maskapai,” ujarnya.

Darmawan menyebut Lion Group dan Garuda Indonesia termasuk maskapai yang telah banyak memproses pengembalian tiket penumpang terdampak pembatalan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di Bandara Tjilik Riwut.

“Lion Group, kemudian Garuda Indonesia itu sudah banyak yang melakukan refund full. Sehingga ini tidak memiliki dampak keterlantaran penumpang yang ada di bandar udara,” jelasnya.

Selain pengembalian tiket, penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan juga masih diakomodasi oleh maskapai melalui penerbangan yang telah diatur kembali. Dengan demikian, penumpang tidak harus seluruhnya membatalkan perjalanan akibat gangguan penerbangan sebelumnya.

“Kalau memang masih mau melanjutkan dengan flight yang sudah diatur sama teman-teman maskapai, itu tetap diakomodir,” katanya.

Pembatalan 13 penerbangan tersebut terjadi di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu jarak pandang penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan tidak dapat beroperasi secara normal.

Pihak Bandara Tjilik Riwut bersama maskapai terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang untuk menentukan operasional penerbangan berikutnya. Penanganan terhadap penumpang terdampak dilakukan melalui mekanisme yang disiapkan masing-masing maskapai. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *