AI Bisa Membantu, tapi Bukan Penentu

Palangka Raya, Kantamedia.com – Musisi sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, mengajak mahasiswa melihat era digital bukan sekadar sebagai lompatan teknologi, tetapi juga ujian bagi kejujuran dan kedalaman berkarya.

Pesan itu ia sampaikan dalam Studium Generale di UIN Palangka Raya yang dihadiri sekitar 400 mahasiswa dan pelajar, Selasa (10/2/2026).

Dalam paparannya, Yovie menyoroti masifnya penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam industri kreatif. Menurut dia, teknologi membuka akses dan peluang yang belum pernah ada sebelumnya, namun tidak otomatis melahirkan karya yang bermakna.

Teknologi dapat menjadi mitra yang luar biasa, tetapi karya yang lahir dari hati akan selalu hidup lebih lama di benak pendengar,” ujarnya.

Yovie menekankan bahwa dimensi emosional dan nilai kemanusiaan menjadi pembeda utama di tengah banjir konten digital. Ia menilai, generasi muda perlu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan identitas dan kepekaan rasa dalam proses kreatif.

Sebagai contoh, Yovie menyinggung lagu Cantik yang diciptakannya hampir tig dekade lalu dan masih relevan hingga kini. “Lagu itu bertahan bukan karena teknologinya, tetapi karena ketulusannya,” kata Yovie, yang disambut antusias mahasiswa.

Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I, menilai kehadiran Yovie memberi perspektif penting bagi mahasiswa baru dalam memaknai relasi teknologi dan nilai.

“Kami ingin melahirkan generasi kreatif yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan budaya,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Palangka Raya menegaskan komitmennya mengembangkan pendidikan berbasis teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan. Kampus juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor agar mahasiswa siap menjadi inovator yang mampu menjawab tantangan ekonomi kreatif di masa depan. (Fay/*)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *