PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng), dukungan terhadap Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin untuk memimpin DPD Partai Golkar semakin menguat. Salah satu dukungan disampaikan langsung oleh Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kalteng, Danthe Theodore, yang menilai Fairid sebagai sosok ideal dalam melanjutkan kepemimpinan partai.
Danthe menegaskan Musda harus segera digelar agar arah partai ke depan lebih jelas dan terukur. “Memang kita sama mengetahui bahwa jadwal untuk pelaksanaan masih menunggu, tapi secepatnya Musda ini bisa digelar untuk menentukan kepemimpinan Partai Golkar lebih jelas,” ujarnya, Kamis (28/8).
Menurutnya, pemimpin Partai Golkar harus lahir dari putra daerah sebagaimana disampaikan Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran. Selain itu, kriteria kepemimpinan juga harus mempertimbangkan dedikasi, kontribusi, serta loyalitas terhadap partai. “Kita sangat mengharapkan kader yang memiliki kontribusi jelas untuk memimpin Golkar, tidak memiliki cacat dari partai, dan kriteria ini jelas tergambar pada sosok Fairid Naparin,” tegasnya.
Danthe menilai regenerasi kepemimpinan Golkar penting dilakukan, terutama dengan dominasi pemilih dari kalangan milenial. Sosok pemimpin muda seperti Fairid disebut mampu menggerakkan elemen partai hingga ke tingkat kabupaten. “Pemimpin muda dalam partai bisa menggerakkan seluruh elemen, baik di provinsi hingga kabupaten. Regenerasi kepemimpinan ini penting karena pemilih saat ini didominasi milenial,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung filosofi huma betang yang terkandung dalam visi-misi Gubernur Kalteng, yakni pemimpin yang layak adalah mereka yang mampu mengabdikan diri kepada partai sekaligus memajukan masyarakat. Dalam pandangannya, hal ini tercermin pada kiprah Fairid yang dinilai mampu menyeimbangkan kontribusi di pemerintahan maupun di internal partai.
Selain dukungan struktural, Danthe juga menegaskan Fairid telah mendapatkan simpati dan sokongan dari organisasi sayap maupun organisasi yang didirikan Partai Golkar. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa mayoritas kader menghendaki Fairid untuk tampil sebagai ketua. “Dengan Fairid yang memimpin Golkar, suara masyarakat jadi lebih terdengar, terutama kalangan muda-mudi,” pungkasnya. (daw)


