Drainase Tersumbat, Comberan Meluap ke Jalan Bali–Banda Palangka Raya

Palangka Raya, kantamedia.com – Kondisi saluran air di kawasan persimpangan Jalan Bali dan Jalan Banda, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, kembali menuai keluhan. Drainase yang tersumbat dan kurangnya perawatan menyebabkan comberan meluap ke badan jalan, mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang kerap melintasi lokasi tersebut.

Laporan masyarakat terkait kondisi ini langsung ditindaklanjuti oleh tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya pada Selasa, 22 Juli 2025. Petugas Damkar, Sucipto, menyampaikan bahwa mereka telah berupaya membersihkan saluran menggunakan alat seadanya, namun pembersihan belum tuntas. “Tim sudah berusaha membersihkan dengan peralatan seadanya, tetapi belum bisa selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (23/7/2025).

Ia menjelaskan, endapan pasir dalam gorong-gorong menjadi hambatan utama. Terlebih posisi pasir lebih tinggi dari mulut saluran, sehingga menyulitkan proses pengangkatan. “Diperlukan bantuan dari Dinas PUPR dan DLH untuk mengangkat pasir di dalam saluran drainase yang posisinya lebih tinggi dari lubang gorong-gorong,” tambahnya.

Sucipto menilai persoalan ini bukan hal baru. Menurutnya, masalah serupa berulang setiap tahun, terutama saat curah hujan meningkat. Kondisi diperparah oleh kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air. “Kondisi ini terjadi setiap tahun. Parahnya, tidak ada siring sama sekali, dan jembatan di persimpangan terlalu rendah,” katanya.

Ia juga menyoroti desain jembatan di titik tersebut yang tidak menggunakan model jembatan hog, melainkan gorong-gorong, yang justru kerap menjadi penyebab sumbatan. Menurutnya, hal ini mempercepat penumpukan material di saluran dan memperlambat aliran air, terlebih ketika musim hujan tiba.

Untuk menghindari pengerukan berulang, Sucipto menyarankan agar pemerintah melakukan perbaikan permanen. “Kalau ada celah untuk diperbaiki, sebaiknya dibongkar dan ditinggikan. Supaya tidak terus-terusan dikeruk seperti ini. Apalagi pasirnya lonsor, jadi tambah padat, sehingga membuat aliran air semakin tersumbat,” ujarnya.

Hingga kini, saluran di lokasi masih belum sepenuhnya normal. Masyarakat berharap perhatian serius dari pemerintah, terutama instansi teknis, agar masalah tahunan ini tidak terus berulang dan menyebabkan genangan di kawasan pemukiman serta jalan protokol Kota Palangka Raya. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *