PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. AirNav Indonesia mencatat beberapa unit di bawah Cabang Palangka Raya belum melayani penerbangan sejak pekan ketiga Agustus karena jarak pandang turun jauh di bawah batas minimum keselamatan penerbangan.
General Manager AirNav Indonesia Cabang Palangka Raya Hengki Rudianto mengatakan kondisi tersebut terjadi di sejumlah unit pelayanan navigasi penerbangan, termasuk Muara Teweh, Kuala Kurun dan Buntok.
Menurutnya, jarak pandang di beberapa wilayah bahkan sempat turun hingga sekitar 100–200 meter sehingga penerbangan tidak memungkinkan untuk dilakukan.
“Sudah tidak ada penerbangan atau cancel dikarenakan jarak pandang yang di bawah minima itu sampai ada yang menyentuh di 100 meter sampai 200 meter saja. Jadi tidak memungkinkan dilakukannya penerbangan di unit-unit tersebut,” ujar Hengki, Rabu (9/9/2026).
Sejumlah rute yang terdampak antara lain penerbangan dari Balikpapan dengan operator Airfast, penerbangan menggunakan pesawat ATR, serta rute Palangka Raya menuju Muara Teweh yang dilayani Susi Air.
Hengki mengatakan, hingga Rabu (9/9), informasi dari Unit AirNav Muara Teweh menunjukkan penerbangan masih dibatalkan. Belum ada kepastian kapan layanan akan kembali normal karena keputusan penerbangan berada pada operator dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
AirNav, kata dia, tetap memberikan pelayanan navigasi penerbangan. Namun, keputusan untuk melakukan penerbangan tetap harus memperhatikan batas keselamatan, khususnya kondisi jarak pandang.
“Demi keselamatan penerbangan apabila kondisi visibility atau jarak pandang memang di bawah minimal dipastikan tidak akan melakukan penerbangan demi alasan keselamatan,” tegasnya.
Meski demikian, Hengki menyebut sempat terdapat pergerakan penerbangan pada 24 Agustus. Kondisi tersebut terjadi karena pada saat itu jarak pandang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam aturan penerbangan.
“Di tanggal 24 Agustus itu mungkin ada pergerakan dikarenakan jarak pandang yang memenuhi syarat secara aturan,” katanya.
Hengki menambahkan, pemantauan kondisi penerbangan dilakukan setiap hari. Informasi mengenai kemungkinan penerbangan pada hari berikutnya akan disampaikan operator berdasarkan perkembangan cuaca dan jarak pandang di masing-masing wilayah.
Dengan kondisi tersebut, AirNav menempatkan keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam pelayanan penerbangan di tengah kabut asap karhutla yang masih melanda sejumlah wilayah Kalteng. (daw)


