KKN UPR Hadirkan Rocket Stove Minim Asap di Desa Gumpa Bartim

Palangka Raya, Kantamedia.com – Mahasiswa KKN-T Literasi Periode I Universitas Palangka Raya (UPR) Kelompok 19 menghadirkan inovasi Rocket Stove atau insinerator minim asap di Desa Gumpa, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.

Inovasi ini menjadi program kerja unggulan untuk membantu masyarakat mengelola sampah secara lebih efektif dan ramah lingkungan, di tengah belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Dusun Timur.

Pembangunan Rocket Stove dilatarbelakangi keterbatasan sarana pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi alternatif untuk mengurangi volume sampah sekaligus mendorong budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Ketua KKN-T Literasi Kelompok 19, Dhany Setya Handary, menyebut program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di desa.

“Kami berharap ke depan setiap RT di Desa Gumpa, bahkan di seluruh wilayah Kecamatan Dusun Timur, dapat memiliki Rocket Stove sebagai solusi pengelolaan sampah. Mengingat belum ada TPA, inovasi ini diharapkan bermanfaat sekaligus menginspirasi masyarakat mengelola sampah secara mandiri,” ujar Dhany, Sabtu (8/8/2026).

Rocket Stove merupakan insinerator sederhana dengan sistem pembakaran lebih efisien. Alat ini menghasilkan panas tinggi namun dengan asap yang jauh lebih minim dibanding pembakaran terbuka.

Namun penggunaannya tetap harus disertai pemilahan sampah. Tidak semua jenis sampah aman dibakar dengan Rocket Stove.

Mahasiswa KKN-T Literasi Kelompok 19 juga memberikan edukasi kepada warga terkait jenis sampah yang boleh dan tidak boleh dibakar.

Selain mengurangi volume sampah, abu dari pembakaran bahan organik seperti daun kering, ranting, dan limbah kayu yang tidak terkontaminasi bahan kimia dapat dimanfaatkan sebagai campuran kompos. Abu ini mengandung unsur kalium (K) dan kalsium (Ca) serta membantu menetralkan tanah asam.

Sebaliknya, abu dari pembakaran sampah anorganik seperti plastik, karet, baterai, dan limbah elektronik tidak dianjurkan untuk pertanian karena berpotensi mencemari lingkungan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin. Diprakarsai oleh Dhany Setya Handary dari Fakultas Kedokteran Prodi Teknologi Laboratorium Medis, bersama Ainur Rohim dari Fakultas Teknik Prodi Teknik Sipil, dan Ahmad Mujadin dari Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Prodi Kehutanan UPR.

Kolaborasi tersebut memadukan aspek kesehatan lingkungan, teknik konstruksi, dan pelestarian lingkungan agar solusi yang dihadirkan sesuai kebutuhan masyarakat Desa Gumpa.

Kepala Desa Gumpa, Imanuel, S.P, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai Rocket Stove sangat relevan dengan kondisi desa saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi adik-adik mahasiswa KKN UPR. Rocket Stove ini terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Gumpa. Kami berharap fasilitas ini dirawat bersama dan bisa menjadi contoh untuk dikembangkan di RT lain maupun desa-desa sekitar. Pemerintah Desa siap mendukung inovasi yang memberi manfaat nyata,” ungkap Imanuel.

Melalui program ini, KKN-T Literasi Kelompok 19 berharap Rocket Stove tidak hanya ada di Desa Gumpa, tetapi juga dapat direplikasi desa lain di Barito Timur.

“Dengan teknologi sederhana yang disertai edukasi dan pengelolaan tepat, kami berharap Desa Gumpa bisa menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Dhany. (*/Fay)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *