Kantamedia.com, Palangka Raya – Harga gas elpiji 3 Kg di Kota Cantik menjadi sorotan masyarakat. Hal ini lantaran naiknya harga gas melon ini yang dimulai dari harga Rp30 ribu per tabung, hingga mencapai Rp40 ribu. Dari hasil inspeksi yang dilakukan Pemko Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Palangka Raya, pihaknya menyimpulkan kenaikan harga disebabkan rantai pemasarannya.
Kepala DPKUKMP Palangka Raya Samsul Riza mengatakan, dari temuan bersama Tim Gabungan, terdapat variasi harga gas elpiji di pasaran.
“Dari hasil penulusuran kami, harga tabung gas elpiji 3 kg cukup bervariasi pada beberapa warung dan kios pengecer mulai dari Rp30 ribu, Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung. Hal ini dikarenakan gas elpiji yang dijual pengecer tidak langsung didapat dari pangkalan melainkan dari pengecer lainnya,” katanya.
Inspeksi mendadak (sidak) ini melibatkan Satpol PP Kota Palangka Raya, Kelurahan Menteng, dan pihak Pertamina. Saat itu, pihaknya mengecek harga penjualan tabung gas elpiji 3 kg ke warung dan kios pengecer di Jalan RTA Milono dan Jalan G Obos Kota Palangka Raya, Kamis (27/4/2023).
Sebelumnya, Pemko Palangka Raya telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg di pangkalan untuk wilayah Kota Palangka Raya sebesar Rp22 ribu per tabung dan khusus wilayah Kecamatan Rakumpit sebesar Rp24 ribu per tabung. Pihaknya menemukan bahwa di tingkat pengecer banyak yang menjual dengan harga bervariasi.
Dikatakan Samsul, dari kegiatan sidak ini didapat beberapa permasalahan di lapangan. Untuk itu akan dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan instansi terkait untuk mengatasi harga gas elpiji subsidi ini di tingkat pengecer.
“Bagi pengecer yang menjual gas elpiji 3 kg di luar kewajaran akan diberikan pembinaan, sedangkan apabila terdapat pangkalan yang menjual melebihi harga HET, maka akan dilakukan tindakan berdasarkan surat edaran wali kota Palangka Raya seperti pencabutan izin usahanya,” pungkasnya. (hms/ami)


