Siswa di Palangka Raya Kembali PTM, Orang Tua Lega

Setelah 4 Bulan PJJ Akibat Kabut Asap

Palangka Raya, Kantamedia.com – Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah kembali bergulir di Kota Palangka Raya. Kembalinya aktivitas belajar di kelas ini disambut gembira oleh pelajar dan orang tua, setelah selama empat bulan terakhir siswa terpaksa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disertai kabut asap tebal.

Selama masa PJJ, proses belajar dilakukan dari rumah untuk melindungi kesehatan anak dari paparan asap. Seiring membaiknya kualitas udara, sekolah-sekolah kini kembali membuka pembelajaran langsung di kelas.

Salah satu orang tua siswa, Yulia, mengaku lega anaknya bisa kembali belajar di sekolah. Menurutnya, PTM jauh lebih efektif dibanding PJJ.

“Dengan PTM, pembelajaran lebih efektif dan disiplin karena ada interaksi langsung dengan guru di sekolah,” ujar Yulia, Jumat (30/10/2026).

Ia mengaku sangat bersyukur PTM kembali berjalan. Selama PJJ, anaknya mulai jenuh dan kurang fokus belajar di rumah.
“Tentu sangat senang dan lega. Akhirnya anak bisa kembali ke sekolah bertemu guru dan teman-temannya. Selama empat bulan PJJ kemarin, jujur anak mulai jenuh di rumah,” katanya.

Yulia menceritakan, mendampingi anak selama PJJ bukan hal mudah. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab mendampingi anak belajar.

“Kendalanya banyak, terutama membagi waktu. Saya harus bekerja, tapi di sisi lain harus mendampingi anak yang kadang kesulitan memahami materi lewat HP. Sinyal juga kadang tidak stabil, dan anak jadi kurang fokus kalau belajar dari rumah,” jelasnya.

Setelah kembali PTM, ia melihat perubahan signifikan pada semangat belajar anaknya. Interaksi langsung dengan guru dan teman sebaya membuat anak lebih antusias.

“Jelas ada perubahan. Semangatnya naik lagi karena ada interaksi langsung dengan guru maupun sesama murid. Kalau di sekolah kan dia bisa langsung bertanya ke guru, diskusi dengan teman. Pemahaman materinya juga jauh lebih baik dibanding saat PJJ,” ungkapnya.

Meski demikian, Yulia berharap pemerintah dan pihak sekolah tidak lengah. Ia meminta kesehatan dan keselamatan anak tetap menjadi prioritas agar kegiatan belajar tidak kembali terganggu kabut asap.

“Harapan saya, pemerintah lebih serius menangani karhutla agar kabut asap tidak terulang setiap tahun. Untuk sekolah, tolong tetap siapkan masker, UKS yang siaga, dan pemantauan kualitas udara. Jangan sampai anak-anak kembali harus PJJ dalam waktu lama,” tuturnya.

Lebih dari itu Yulia berharap, dengan kembali bergulirnya PTM, maka proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan tumbuh kembang anak tidak lagi terhambat oleh bencana asap. (*/Fay)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *