Palangka Raya, Kantamedia.com – Lonjakan jumlah pasien di RSUD dr Doris Sylvanus yang tidak sebanding dengan kapasitas layanan mendapat perhatian serius dari DPRD Kalimantan Tengah. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menyebut persoalan tersebut telah beberapa kali dibahas melalui rapat dengar pendapat (RDP).
Menurutnya, permasalahan ini bukan hal baru. Selama ini RSUD dr Doris Sylvanus menghadapi keterbatasan ruang, tenaga medis, serta tingginya rujukan pasien dari berbagai daerah di Kalteng. “Memang ada beberapa kali RDP juga sudah disampaikan, kondisi yang pertama terkait kesiapan tenaga, terutama pasien yang banyak, sementara tenaga dinilai kurang profesional,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng itu menjelaskan bahwa manajemen rumah sakit telah melakukan sejumlah upaya perbaikan, namun hasilnya belum signifikan dalam menjawab persoalan mendasar di lapangan. “Permasalahan di rumah sakit Doris ini memang sejak dulu ada, terutama di IGD. Memang ada perubahan tapi belum terlalu signifikan. Namun setidaknya sudah ada pergerakan ke arah perbaikan,” tambahnya.
Tomy menilai ketika jumlah pasien meningkat drastis, tenaga medis kerap kewalahan karena keterbatasan kapasitas, sehingga memicu penilaian masyarakat terhadap pelayanan IGD yang belum maksimal.
DPRD Kalteng berharap adanya sinergi antar rumah sakit di Kota Palangka Raya dapat membantu mengurai kepadatan pasien di IGD RSUD dr Doris Sylvanus. Langkah kolaboratif antar fasilitas kesehatan dinilai penting untuk memastikan pelayanan tetap optimal dan merata bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. (Mhu).


