Palangka Raya, Kantamedia.com – Maraknya kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Kota Palangka Raya, termasuk saat kegiatan sosialisasi Kartu Huma Betang, mendapat perhatian serius dari DPRD Kalimantan Tengah.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menilai kejadian tersebut menjadi sinyal perlunya penguatan sistem keamanan perkotaan secara menyeluruh. “Kami memandang maraknya kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di ruang publik maupun perampokan minimarket yang terjadi baru-baru ini merupakan indikator bahwa sistem keamanan perkotaan masih perlu diperkuat secara menyeluruh,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, fenomena ini tidak bisa hanya dipandang sebagai tindak kriminal biasa, melainkan mencerminkan persoalan kompleks. Faktor seperti lemahnya pengawasan ruang publik, efektivitas penegakan hukum, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus serupa.
Siti menegaskan penanganan tidak cukup hanya mengandalkan langkah represif. Diperlukan pendekatan komprehensif, mulai dari pencegahan, penataan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. “Kami mendorong peningkatan pengawasan di titik-titik strategis serta penguatan sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penataan kawasan rawan, seperti peningkatan penerangan jalan serta pengelolaan parkir yang lebih tertata. Selain itu, intervensi pada aspek sosial ekonomi melalui program pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja dinilai penting untuk mengurangi faktor pemicu kriminalitas.
Dengan langkah-langkah tersebut, DPRD Kalteng berharap keamanan perkotaan di Palangka Raya dapat semakin terjaga dan masyarakat merasa lebih aman dalam beraktivitas. (Mhu).


