Kopdes Merah Putih Penyalur Subsidi Perlu Pengawasan Ketat

Palangka Raya, Kantamedia.com – Langkah pemerintah melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam rantai distribusi barang bersubsidi menuai dukungan legislatif. Namun, kebijakan strategis ini diwajibkan berjalan beriringan dengan tata kelola manajemen yang profesional serta sistem pengawasan internal yang solid demi menjamin pemerataan akses bagi publik.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, menilai koperasi memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian nasional bersama sektor swasta dan BUMN. Menurutnya, kesiapan kelembagaan serta sistem pelayanan di tingkat bawah menjadi kunci utama agar skema baru ini tidak menimbulkan deviasi di lapangan.

“Namun, kebijakan tersebut dinilai harus dibarengi dengan pengelolaan yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Purdiono, Jumat (24/7/2026).

Ia menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan program bukan sekadar peralihan lembaga penyalur, melainkan kepastian stok barang bersubsidi dapat dijangkau warga secara tepat sasaran, efisien, dan merata. Tanpa kesiapan manajemen yang matang, perubahan mekanisme distribusi justru berisiko memicu masalah baru.

“Persoalannya bukan sekadar siapa yang menyalurkan barang subsidi. Yang lebih penting adalah bagaimana kebijakan itu mampu meningkatkan roda perekonomian dan daya beli masyarakat,” tegasnya.

DPRD Kalteng juga mendesak pemerintah agar mematangkan infrastruktur pengawasan serta kesiapan operasional Koperasi Merah Putih sebelum pelepasan fungsi distribusi secara masif. Mengingat implementasi program ini masih tergolong baru, evaluasi berkala secara periodik amat mutlak diperlukan untuk memetakan kendala teknis di lapangan. “Sistem pengelolaan dan pengawasannya harus benar-benar dipersiapkan sehingga pelaksanaan program berjalan efektif dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Melalui perbaikan sistem yang berkesinambungan dari pemerintah pusat, keberadaan wadah usaha warga ini diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitator distribusi semata, tetapi mampu bertransformasi menjadi tulang punggung penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. “Kami berharap evaluasi terus dilakukan sehingga Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Purdiono. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *