Optimalkan Strategi Penanganan, Turunkan Kasus Stunting di Kalteng

, kantamedia.com – Kasus stunting di wilayah Tengah (Kalteng) perlu penanganan yang cepat, agar kasusnya tak semakin tinggi. Wakil Ketua III DPRD Kalteng, mengatakan, stunting perlu penanganan maksimal, perlu strategi dari pemda baik provinsi, kabupaten dan kota.

Menurutnya strategi sangat diperlukan, sebab sejumlah wilayah di Kalteng masih banyak kasus stunting yang cukup tinggi. Sehingga hal itu harus ditangani semaksimal mungkin supaya stunting di wilayah Bumi Tambun Bungai ini dapat ditekan.

“Saya rasa pemda juga sudah memikirkan strategi itu, tapi yang kita inginkan agar dapat dilakukan secara maksimal. Kasus stunting ini cukup mengkhawatirkan, sebab itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan SDM di Kalteng kedepannya,” ucapnya, Kamis, (16/11/2023).

Dia menyebut dalam menjalankan strategi penanganan stunting, Kalteng perlu belajar dari Provinsi Bali. Pasalnya, dengan strategi yang dijalankan angka prevalensi stunting di Bali berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 lalu hanya 8 persen, dan menjadikan Bali sebagai wilayah dengan angka prevalensi stunting.

Keberhasilan Bali dalam menangani stunting tak lepas dari berbagai strategi, misalnya saja cakupan jaminan nasional (JKN) provinsi tersebut hampir mencapai 100 persen.

“Selain jaminan kesehatan yang ditanggung dari APBN, Provinsi Bali juga menambah dari , sehingga cakupan JKN di wilayah provinsi itu menjadi optimal,”ungkapnya.

Dirinya berharap, berbagai strategi itu bisa diterapkan juga oleh Provinsi Kalteng, sehingga penanganan stunting di wilayah ini benar-benar bisa maksimal dan wilayah yang angka kasus stuntingnya tinggi bisa mengalami penurunan. (Mhu*) 

Bagikan berita ini