Kantamedia.com, Palangka Raya – Kemarau tahun ini sangat berbeda dibandingkan dengan musim kemarau tahun lalu, pada tahun ini kemarau dibarengi dampak el-nino membuat suhu di Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin panas.
Beberapa waktu lalu saja, telah terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang cukup parah di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang membuat kabut asap, sehingga aktifitas didaerah tersebut menjadi terganggu.
Menanggapi hal ini, legislator Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Daerah Pemilihan 3 Rizky Amalia Darwan Ali menyampaikan, untuk mencegah terjadinya Karhutla diperlukan kerja sama yang apik antar stake holder.
“Pada saat kemarau ini perlunya kerjasama yang baik Antara pemerintah daerah dengan masyarakat, terlebih di daerah Kabupaten Kotim dan Kabupaten Seruyan, didaerah itu pihak perusahaan baik sawit maupun perusahaan lain diharapkan bisa membantu mencegah terjadinya Karhutla,”ucapnya, Minggu, (20/08/2023).
Dirinya merasa prihatin, tatkala ada suatu daerah di Kalteng mengalami karhutla, terutama di Dapil saya Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan terjadi Karhutla, dirinya berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi kedepannya.
Srikandi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengungkapkan, kejadian Karhutla ini harus di cegah sedini mungkin dan ditangani secara masif, cepat, tegas dan juga terukur tentunya.
“Dalam mencegahnya saya harap pihak swasta atau perusahaan dapat membantu pemeritah menanggulangi karhutla didaerahanya, dengan demikian tentunya karhutla dapat diminimalisir,”ungkapnya.
Dia menambahakan, untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh Karhutla yaitu kabut asap, maka selain pemerintah dan swasta, masyarakat juga harus ikut berperan, jangan sampai kejadian kabut asap tahun 2015 kembali terjadi. (Mhu*)


