Cerita Pilu Baim Wong Nyaris Menyerah Ekonomi Terpuruk dan Bangkit

Tak Mampu Bayar Cicilan KPR Rumah Hingga Penuhi Makan Sehari-hari Susah

Kantamedia.com – Aktor sekaligus kreator konten Baim Wong mengungkap sisi paling sulit dalam perjalanan hidupnya. Di balik kesuksesan yang kini diraih, ia pernah mengalami masa terpuruk yang cukup berat, terutama pada periode 2018 hingga 2020.

Baim menceritakan, Februari menjadi bulan yang paling membekas dalam hidupnya. Saat itu, ia harus menerima kenyataan tidak lagi aktif di dunia sinetron yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama.

Keputusan keluar dari sinetron menjadi titik balik yang penuh risiko. Tanpa pemasukan tetap, ia dipaksa memulai kembali dari nol dan menghadapi tekanan hidup yang tidak ringan.

Terhimpit Masalah Finansial

Kondisi semakin sulit ketika persoalan keuangan mulai datang. Baim Wong mengaku sempat tidak mampu memenuhi kewajiban finansial, termasuk membayar cicilan rumah.

Situasi tersebut menjadi salah satu titik terendah dalam hidupnya. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun terasa berat.

Di tengah keterbatasan, Baim tetap berusaha bertahan tanpa bergantung pada orang tua. Ia mengaku tidak terbiasa meminta bantuan finansial kepada keluarga sejak aktif berkarier di dunia hiburan.

“Susahnya karena nggak pernah minta lagi ke orang tua. Nggak terbiasa,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga sempat mempertimbangkan menjual mobil pribadinya, sebuah Alphard, demi bertahan hidup. Namun rencana tersebut akhirnya batal setelah ia mendapatkan pekerjaan baru.

Usaha Belum Berbuah Hasil

Dalam upaya bertahan, Baim Wong juga mencoba berbagai bisnis, termasuk membuka sejumlah restoran. Namun, usaha tersebut belum memberikan hasil yang stabil.

Ia mengaku telah membangun hingga sekitar 10 restoran sejak 2007, tetapi sebagian besar keuntungan kembali terpakai untuk operasional sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap keuangannya.

Bangkit Lewat Dunia Digital

Di tengah kondisi tanpa pekerjaan, Baim mulai mencoba peruntungan di dunia digital dengan membuat konten YouTube. Langkah tersebut awalnya dilakukan karena tidak memiliki aktivitas lain.

Namun di luar dugaan, kanal YouTube miliknya justru berkembang pesat dan menjadi titik balik dalam hidupnya.

Konten berbagi yang ia buat, termasuk konsep social experiment, mendapat respons luas dari masyarakat dan membuka peluang baru dalam kariernya.

“Dari nggak ada kerjaan sampai buat YouTube. Ternyata itu jadi titik balik,” ujarnya.

Terus Beradaptasi

Pengalaman tersebut membuat Baim Wong menyadari pentingnya beradaptasi dalam industri hiburan. Ia kini tidak hanya bergantung pada satu bidang, tetapi terus mengembangkan diri ke berbagai peran.

Mulai dari sinetron, film, hingga menjadi kreator digital, bahkan merambah ke peran di balik layar sebagai sutradara dan produser.

Menurutnya, perjalanan karier membutuhkan keberanian untuk menciptakan peluang sendiri, bukan sekadar menunggu kesempatan datang.

“Kalau terus menunggu pekerjaan dari orang lain, itu berisiko. Harus bisa menciptakan pekerjaan sendiri,” kata Baim Wong. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *