Kantamedia.com – Pola hidup yang kurang seimbang, mulai dari jam makan hingga pilihan minuman, memiliki peran besar dalam penumpukan lemak di area perut. Perut buncit menjadi keluhan umum, terutama bagi mereka yang jarang bergerak dan gemar mengonsumsi makanan tinggi kalori.
Banyak orang langsung menyalahkan nasi saat perut mulai membuncit. Padahal, penyebabnya sering kali berasal dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, terutama di malam hari. Selain berdampak pada kesehatan, kondisi ini juga dapat mengganggu penampilan dan rasa percaya diri.
Ahli nutrisi dari The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, mengungkap beberapa kebiasaan yang bisa memicu penumpukan lemak, terutama jika dilakukan menjelang tidur:
- Minum susu sebelum tidur
Meski membantu tidur lebih nyenyak, tambahan kalori dari susu bisa berkontribusi pada peningkatan lingkar pinggang jika dikonsumsi rutin tanpa memperhitungkan asupan harian. - Makan terlalu dekat dengan waktu tidur
Idealnya, makan terakhir dilakukan setidaknya tiga jam sebelum tidur. Saat tubuh beristirahat, sistem pencernaan melambat dan energi yang tidak terpakai cenderung disimpan sebagai lemak, khususnya di area perut. - Konsumsi alkohol berlebihan
Minum alkohol dalam jumlah banyak berkaitan dengan peningkatan lemak visceral, yaitu lemak di sekitar organ dalam yang berisiko bagi kesehatan. - Terlalu sering konsumsi makanan dan minuman manis
Kandungan gula tinggi dalam minuman kemasan dapat mencapai puluhan gram per sajian, memicu penumpukan kalori tanpa nilai gizi yang memadai.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele, namun jika dilakukan terus-menerus, dampaknya bisa signifikan. Mengatur ulang pola makan dan kebiasaan malam hari menjadi langkah awal untuk menjaga lingkar perut tetap terkendali dan tubuh lebih sehat. (*mhu).


