3. Aritmia
Aritmia adalah gangguan irama jantung, yang bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan, akibat terganggunya rangsangan listrik pengatur detak jantung. Pemicunya antara lain PJK, serangan jantung, kardiomiopati, serta gangguan elektrolit seperti hiperkalemia atau hipokalemia.
Penyakit ini bisa tanpa gejala, tetapi sebagian pasien mengeluhkan cepat lelah, pusing, nyeri dada, dada berdebar, dan rasa ingin pingsan.
4. Kardiomiopati
Gangguan pada otot jantung ini mengubah bentuk dan kekuatannya, misalnya otot menjadi lebih besar dan kaku sehingga pompa darah tidak optimal. Penyebabnya bisa kelainan genetik atau keturunan, atau muncul karena PJK, gagal jantung, hipertensi, dan penuaan.
Gejala umumnya baru terasa pada tahap berat, berupa kaki bengkak, nyeri dada, sesak napas yang memburuk setelah beraktivitas, mudah lelah, dan batuk.
5. Gagal jantung
Pada kondisi ini, jantung terlalu lemah memompa darah. Jika berlangsung lama, komplikasinya mencakup henti jantung, edema paru, gagal hati, dan gagal ginjal. Penyakit ini berkembang bertahap, biasanya dipicu penyakit penyerta seperti hipertensi, PJK, diabetes, dan penyakit jantung bawaan.
Gejala utamanya sesak napas dan batuk, terutama saat berbaring, nyeri dada setelah beraktivitas, cepat lelah, serta bengkak di tungkai dan pergelangan kaki.
6. Penyakit jantung bawaan
Kelainan bentuk jantung ini sudah ada sejak lahir dan dapat menyerang dinding jantung, katup, pembuluh darah di dekat jantung, atau gabungan semuanya, seperti tetralogy of Fallot.
Gejalanya bervariasi, antara lain napas pendek dan cepat, nyeri dada, kulit membiru, berat badan turun, dan tumbuh kembang anak terlambat. Pada sebagian kasus, gejala baru terdeteksi saat remaja atau menjelang dewasa.
Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi diduga terkait faktor keturunan, konsumsi minuman keras, penggunaan obat tertentu selama hamil, atau infeksi pada trimester pertama.






