Dishub Tertibkan Bentor di Alun-alun dan Terminal Wisata Kota Pasuruan

Pasuruan, kantamedia.com – Pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas membersihkan area Alun-alun dan area Terminal Wisata Kota Pasuruan dari bentor (becak motor) yang
dilarang masuk kawasan tersebut.

Operasi gabungan pun digelar oleh Dinas Perhubungan Kota Pasuruan bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pasuruan, Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota, dan personil TNI, untuk menertibkan bentor di dua area tersebut.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Hermanto menuturkan, operasi gabungan digelar bertujuan untuk menertibkan bentor yang keberadaannya semakin banyak lalu lalang di area Alun-alun dan Terminal Wisata Kota Pasuruan.

Dalam operasi yang digelar pada hari Kamis (18/6/2026) dan Jumat (19/6/2026) malam, puluhan bentor berhasil dijaring oleh petugas dan selanjutnya diangkut ke markas Dishub Kota Pasuruan.

“Bentor yang berhasil kami jaring akan dikembalikan menjadi bentuk sebelumnya. Karena bentor itu merupakan kendaraan angkut becak tradisional dimodifikasi bagian belakangnya dengan sepeda motor, yang jelas itu ilegal secara hukum dan tidak laik jalan,” ujar Hermanto via WhatsApp, Sabtu (20/6/26).

Dia menambahkan, bahwa operasi gabungan itu digelar dalam rangka menegakkan perda yang mengatur larangan operasional bentor di pusat Kota Pasuruan di kawasan Alun-alun dan Terminal Wisata, yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Pasuruan Nomor 10 Tahun 2025 dan Perda Nomor 12 Tahun 2003 tentang Kendaraan Tidak Bermotor Jenis Becak.

Selain itu, lanjutnya, keberadaan bentor yang mangkal di Alun-alun dan Terminal Wisata sangat merugikan becak wisata tanpa mesin. Sering terjadi balapan untuk mendapatkan penumpang wisata religi. itu berbahaya, berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas dan penumpang menjadi tidak nyaman.

“Operasi penertiban sudah kami mulai dua hari yang lalu dan terus kami lakukan sampai pada waktu yang tidak ditentukan, demi untuk memastikan Kawasan Alun-alun dan Terminal Wisata steril dari bentor agar pengunjung wisata religi yang datang ke makam KH. Abdul Hamid merasa nyaman,” ucap Hermanto. (mul)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *