Pasuruan, kantamedia.com – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ki Hajar Dewantara Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara), Pasuruan, menggelar Pelantikan Raya dan Pelatihan Analisis Sosial (Ansos) sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas intelektual kader untuk membaca arah kebijakan pemerintah di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) ini menjadi bagian dari proses kaderisasi yang tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga membangun tradisi berpikir kritis dan analitis di kalangan mahasiswa. Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak mengkaji berbagai persoalan strategis bangsa, mulai dari ketimpangan sosial, efektivitas kebijakan publik, pembangunan ekonomi, hingga tantangan demokrasi dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Komisariat PMII Ki Hajar Dewantara Uniwara, Rismatul Husnia, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menjadi kekuatan intelektual yang mampu mengawal setiap kebijakan publik secara objektif dan bertanggung jawab.
“Pelatihan Analisis Sosial merupakan bagian dari proses kaderisasi PMII untuk melahirkan kader yang memiliki kepekaan terhadap realitas sosial serta mampu mengawal arah kebijakan publik secara kritis dan bertanggung jawab. Mahasiswa tidak boleh kehilangan daya nalar dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa. Kritik yang kami bangun harus berbasis data, kajian akademik, dan menawarkan solusi, sehingga dapat menjadi kontribusi nyata bagi terwujudnya kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Rismatul Husnia.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya perubahan kebijakan, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga mampu memberikan analisis yang komprehensif serta solusi yang konstruktif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Ketua PC PMII Pasuruan, Achmad Zulpan Abida, menilai bahwa pelatihan analisis sosial merupakan instrumen penting dalam menjaga tradisi intelektual organisasi sekaligus memperkuat fungsi mahasiswa sebagai moral force dan social control.
“PMII akan terus memperkuat tradisi intelektual sebagai fondasi gerakan. Pelatihan Analisis Sosial bukan hanya ruang belajar teori, tetapi menjadi wadah membentuk kader yang mampu membaca persoalan secara komprehensif, mengawal kebijakan publik secara objektif, serta menjaga peran mahasiswa sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Kader PMII harus hadir membawa gagasan dan solusi bagi kemajuan bangsa,” tegas Achmad Zulpan Abida.
Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi mengenai metodologi analisis sosial, pembacaan struktur sosial, relasi kekuasaan, kebijakan publik, serta dinamika gerakan masyarakat. Seluruh materi disampaikan dalam kerangka akademik untuk memperkuat kemampuan kader dalam memahami persoalan secara utuh, kritis, dan berbasis fakta.
Melalui kegiatan ini, PMII Komisariat Ki Hajar Dewantara berharap dapat melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, kepekaan sosial, dan keberanian menyampaikan gagasan secara ilmiah. Bagi PMII, mengawal kebijakan pemerintah bukan sekadar menyampaikan kritik, melainkan memastikan setiap kebijakan yang lahir mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta sejalan dengan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (mul)


