Kantamedia.com – Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan. Langkah taktis ini berhasil melokalisasi kobaran api pada area tanah mineral seluas 0,89 hektare sebelum merembet ke kawasan hutan yang lebih luas.
Peristiwa tersebut melanda lahan terbuka yang dipenuhi vegetasi kering berupa sisa tebangan pohon, semak belukar, serta tumpukan dedaunan. Pihak otoritas kebencanaan setempat mengonfirmasi bahwa laporan awal diterima dari relawan desa pada Sabtu (13/6/2026) sore, yang langsung direspons dengan pengerahan personel Tim Reaksi Cepat (TRC).
“Berkat respons cepat petugas bersama MPA Trahean, proses pemadaman dapat diselesaikan sekitar pukul 17.09 WIB. Setelah dilakukan pemantauan dan dipastikan tidak ada lagi titik api yang aktif, tim kembali ke Posko Pusdalops-PB BPBD,” ujar Kepala BPBD Barito Utara Mochamad Ikhsan, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rizali Hadi, Minggu (14/6/2026).
Dalam operasi darurat tersebut, tim penyelamat memaksimalkan suplai air dengan mengerahkan armada tangki pemadam milik BPBD dan relawan, serta lima unit jet shooter untuk menjangkau titik api di permukaan tanah kering. Setelah berjibaku selama dua jam, seluruh bara api berhasil dipadamkan total hingga memasuki fase pendinginan.
Pemerintah daerah mengapresiasi tinggi kepedulian warga yang sigap melaporkan indikasi asap secara dini. Mengingat kondisi cuaca yang mulai mengering, masyarakat diminta untuk menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan metode pembakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama memasuki musim kemarau. Partisipasi masyarakat dalam melaporkan kejadian sejak dini sangat membantu upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” tegas Rizali. (pri)


