138 Warga Langkai Mengungsi ke Posko Banjir

Palangka Raya, kantamedia.com – Hingga Rabu (13/3/2024) sore kondisi debit air banjir di Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah (Kalteng) belum kunjung surut. Bahkan ketinggian air dilaporkan naik 2 sentimeter.

Makin meningginya air kiriman dari Sungai Rungan dan Sungai Kahayan ini membuat sebagian rumah warga di kawasan Flamboyan Bawah, Kelurahan Langkai tergenang, sehingga mereka harus mengungsi ke posko banjir.

Lurah Langkai, Sri Wanti menyebut hingga Rabu sore sudah ada 138 jiwa warga Flamboyan Bawah yang mengungsi di posko pengungsian banjir yang didirikan di SDN 1 Langkai.

“Mereka tidur di posko, sehingga kebutuhan makan dan minumnya kita sediakan, sehingga di sini juga kita buatkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan mereka,” sebut Sri Wanti.

Sri Wanti mengatakan saat ini yang diperlukan di posko pengungsian banjir yakni kebutuhan pokok seperti beras dan lauk pauk. Di sisi lain stok sembako juga semakin menipis.

Oleh karena itu pihaknya mengharapkan ada bantuan dari berbagai pihak supaya stok sembako cukup untuk memenuhi kebutuhan pengungsi untuk keperluan dan sahur.

Pantau Fasilitas Pendidikan

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat memastikan untuk terus memantau setiap fasilitas pendidikan yang ikut terdampak banjir.

“Kepala sekolah yang sekolahnya berada pada kawasan rawan banjir kami instruksikan memberikan laporan. serta peserta didik harus mengedepankan keselamatan, jika genangan air dikhawatirkan dapat membahayakan warga sekolah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, melalui Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan, Selasa (12/3/2024).

Berdasarkan data saat ini lanjut Vico, terdata sejumlah fasilitas pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP di Kelurahan Petuk Katimpun, Kelurahan Tumbang Rungan dan Kelurahan Palangka, terdampak banjir.

Terlepas dari itu imbuh dia, langkah konkret telah dilakukan Disdik dalam upaya memastikan keamanan fasilitas pendidikan terdampak banjir. Salah satunya dengan dan mengingatkan kepala sekolah untuk memberikan terbaru terkait hal tersebut.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa musibah banjir juga berdampak pada dunia pendidikan, sehingga ditekankan sekolah harus bisa melakukan antisipasi lebih dan tanggap terhadap bencana,” tambahnya.

Disdik Kota Palangka Raya sendiri jelas Vico, akan bergerak cepat dalam melakukan langkah konkret terhadap fasilitas pendidikan terdampak banjir. Namun demikian, sekolah harus melaporkan secara berkala terkait dimaksud, sehingga bisa dilakukan penanganan lebih cepat.

“Menginventarisir aset sekolah sangat perlu, karena aset yang terdampak banjir merupakan milik negara. Terlepas dari itu, siswa, guru, pihak sekolah serta orang tua atau wali murid, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Kedepankan keselamatan. Semoga kondisi ini segera berlalu,” ucap Vico. (*/jnp/mcp)

Bagikan berita ini