PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah masih mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Untuk sementara, pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap dioptimalkan sambil memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi di lapangan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan Ikrar Bersama Anak Bangsa tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (28/10/2026).
Reza menjelaskan, evaluasi pelaksanaan PTM dilakukan setiap tiga hari dengan mengacu pada surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta surat Gubernur Kalimantan Tengah mengenai pengaturan PJJ dan PTM berdasarkan kondisi kualitas udara di masing-masing sekolah.
“Evaluasi itu kan setiap tiga hari sekali,” ujar Reza.
Menurutnya, kondisi kabut asap sulit dipastikan karena dapat berubah mengikuti arah angin dan berbagai faktor lainnya. Meski pada saat kegiatan berlangsung cuaca terlihat cerah, kondisi tersebut belum menjadi jaminan bahwa kualitas udara akan tetap membaik dalam beberapa hari berikutnya.
“Kita tidak berani berspekulasi, karena namanya kabut asap bisa hilang, tiba-tiba timbul, hilang timbul, mengikuti arah angin juga dan sebagainya,” katanya.
Karena itu, Dinas Pendidikan terus memantau kondisi riil di lapangan sebelum mengambil keputusan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Reza menyebut Kalimantan Tengah masih melanjutkan status tanggap darurat, sehingga pengaturan kegiatan belajar perlu mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan peserta didik.
Selain mengevaluasi metode pembelajaran, Dinas Pendidikan juga memastikan pelaksanaan asesmen bagi siswa dapat menyesuaikan kondisi. Reza menyatakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat ditunda setelah usulan Gubernur Kalimantan Tengah memperoleh apresiasi dari Menteri Pendidikan.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan apresiasi dari Pak Menteri Pendidikan. Apa yang diusulkan oleh Pak Gubernur untuk TKA itu bisa ditunda,” ujarnya.
Menurut Reza, penundaan tersebut memberikan waktu tambahan bagi siswa di Kalimantan Tengah untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
Meski demikian, keputusan mengenai pembelajaran tatap muka tetap bergantung pada hasil evaluasi berkala dan perkembangan kondisi kualitas udara. Dinas Pendidikan akan terus mengoptimalkan PJJ selama kondisi belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran secara langsung dengan aman. (daw)






