PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai merealisasikan pembangunan Rumah Betang modern yang digadang-gadang menjadi rumah betang terbesar di Kalimantan bahkan Asia. Proyek yang menjadi gagasan Gubernur Kalimantan Tengah itu ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Dayak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Juni Gultom, mengatakan pembangunan tersebut merupakan wujud pelestarian filosofi Rumah Betang sebagai identitas budaya masyarakat Dayak yang dikemas dalam sebuah bangunan representatif.
“Ini adalah ide Bapak Gubernur, maha karya untuk masyarakat Kalimantan Tengah. Rumah Betang ini diangkat dari filosofi masyarakat Dayak dan nantinya menjadi rumah betang terbesar di Kalimantan bahkan di Asia,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Juni menjelaskan, proyek tersebut dibangun di atas lahan sekitar lima hektare dengan luas bangunan mencapai lebih dari 4.000 meter persegi atau hampir setengah hektare.
Menurutnya, Rumah Betang tersebut dirancang mampu menampung sekitar 8.000 orang sehingga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan berskala besar, termasuk pertemuan masyarakat Dayak dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
“Bangunan ini nantinya bisa menjadi tempat pertemuan masyarakat Dayak seluruh dunia dan menjadi simbol kebanggaan Kalimantan Tengah sebagai pusat peradaban masyarakat Dayak di Kalimantan,” katanya.
Pembangunan ditargetkan berlangsung selama dua tahun, yakni mulai 2026 hingga 2027. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, bangunan tersebut diperkirakan sudah dapat difungsikan pada awal 2028.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kehadiran Rumah Betang modern ini tidak hanya menjadi ikon baru daerah, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya Dayak sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bumi Tambun Bungai. (daw)


