Sinergi OJK-BPJS Dorong Kemandirian Ekonomi Penerima Manfaat

Palangka Raya, Kantamedia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama **BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Palangka Raya dan Rumah BUMN Palangka Raya menyelenggarakan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat melalui edukasi keuangan dan kewirausahaan.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sementara inklusi keuangan 93,61 persen. Di Kalimantan Tengah, indeks literasi tercatat 73,06 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional, dengan inklusi 93,23 persen. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan literasi agar akses keuangan masyarakat diiringi pemahaman yang memadai.

Kepala Kantor Cabang BPJS-TK Palangka Raya, Satriyo Adi Sasongko, menekankan bahwa Program PEKA memberi nilai tambah bagi penerima manfaat. “Melalui Program PEKA, kami ingin memastikan penerima manfaat tidak hanya mendapatkan pelayanan, tetapi juga dukungan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonominya,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy, menambahkan pentingnya literasi keuangan dan kewirausahaan sebagai bekal membangun kemandirian ekonomi. “Pemahaman dalam mengelola keuangan dan keterampilan berwirausaha menjadi modal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan pendapatan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan OJK Kalteng, Ika Budhi Pratiwi, mengingatkan penerima manfaat agar bijak dalam mengelola keuangan dan waspada terhadap aktivitas ilegal. “Pastikan setiap produk atau layanan keuangan yang digunakan telah berizin agar terhindar dari risiko kerugian,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, BPJS-TK memperkenalkan program jaminan sosial ketenagakerjaan dan aplikasi Perisai untuk memperluas kepesertaan. Rumah BUMN Palangka Raya memberikan materi kewirausahaan dan praktik pengolahan produk, sehingga peserta dapat mengembangkan keterampilan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan.

Sinergi antara OJK, BPJS-TK, Rumah BUMN, dan pemerintah daerah diharapkan membangun ekosistem pemberdayaan yang mendorong penerima manfaat semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing. (*/Mhu).

 

 

 

 

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *