3.542 Mahasiswa Baru Ikuti Rangkaian PKKMB UPR 2026

Palangka Raya, Kantamedia.com – Universitas Palangka Raya menyambut kehadiran 3.542 mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026. Pembukaan rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ditandai melalui upacara resmi yang dipusatkan di halaman Rektorat UPR, Senin (10/8/2026).

Pelaksanaan PKKMB UPR tahun ini mengusung tema besar “Melangkah Bersama, Membangun Mahasiswa Universitas Palangka Raya yang Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan, Berlandaskan Semangat Isen Mulang dan Falsafah Huma Betang Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema ini dihadirkan sebagai landasan utama dalam mencetak generasi muda yang tidak sekadar tangguh secara akademis, namun juga memiliki kedalaman karakter dan rasa kepedulian sosial yang tinggi.

Rektor UPR, Salampak, menyampaikan bahwa masa orientasi ini menjadi gerbang awal bagi para peserta didik baru dalam memahami iklim perguruan tinggi sekaligus menata fondasi studi. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan proses menyeluruh untuk mengasah kedewasaan berpikir, menggembleng kepemimpinan, serta melatih daya adaptasi terhadap dinamika zaman.

“Universitas Palangka Raya tidak hanya bertujuan mencetak lulusan berilmu, tetapi juga generasi yang memegang teguh integritas, etika sosial, dan memberi dampak nyata bagi publik. Untuk itu, manfaatkan dinamika kampus guna memperluas jejaring, menggali potensi diri, dan menemukan jati diri,” ujar Salampak saat memberikan amanat.

Kehadiran mahasiswa baru UPR kali ini memancarkan wajah kebhinekaan yang kuat. Dari total ribuan peserta, terdapat sekitar 500 mahasiswa yang datang dari luar wilayah Kalimantan Tengah, mencakup perwakilan dari 28 provinsi di Indonesia. Salampak menilai keberagaman ini sebagai aset berharga untuk menciptakan ruang akademik yang inklusif dan toleran.

Salampak menekankan pentingnya menjaga kehormatan almamater melalui penerapan norma kesopanan dan semangat kebersamaan. Kampus diharapkan menjadi ruang aman yang kondusif bagi seluruh sivitas akademika untuk berinovasi dan mengukir prestasi. Selain pendalaman disiplin ilmu (hard skill), para mahasiswa didorong mempertajam kecakapan interpersonal (soft skill) seperti analisis kritis, pemecahan masalah, komunikasi, serta jiwa kepemimpinan.

“Gunakan ilmu dan nalar kritis. Jangan terburu-buru bereaksi sebelum memahami seluk-beluk masalah secara utuh. Ciri utama insan akademis adalah menyampaikan pemikiran berbasis data, argumentasi ilmiah, dan prinsip yang dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Rektor.

Menjelang momentum Indonesia Emas 2045, Salampak mengingatkan bahwa para mahasiswa baru UPR akan mengisi posisi strategis di masa produktif mereka. Oleh sebab itu, kesiapan diri harus dipupuk sejak awal melalui disiplin belajar, penghormatan kepada tenaga pengajar, pertemanan yang sehat, serta keberanian memelihara cita-cita besar.

Dalam kesempatan tersebut, pihak rektorat menyampaikan apresiasi atas sinergi berkelanjutan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memajukan mutu pendidikan tinggi daerah.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Bank Indonesia Perwakilan Kalteng atas fasilitasi perluasan platform QRIS dan program edukasi perlindungan konsumen yang menjangkau sekitar 3.500 mahasiswa baru selama enam hari. Inisiatif ini dinilai efektif memperkuat literasi keuangan digital dan kesadaran bertransaksi aman di era modern. Ucapan terima kasih turut diarahkan kepada Bank Mandiri KC Pasar Kahayan atas kemitraan strategisnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng, Lisda Arriyana, menegaskan bahwa kampus bukan sekadar sarana pengejaran angka dan ijazah. Perguruan tinggi adalah wadah penyemaian karakter, kepemimpinan, dan keberanian sosial.

Pemerintah Daerah terus menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai agenda prioritas yang selaras dengan Misi Kedua Pemprov Kalteng, yakni mewujudkan pendidikan inklusif yang berlandaskan kaidah Belom Bahadat.

“Arah pembangunan diarahkan dari pedalaman hingga perkotaan. Kami berkomitmen memastikan seluruh generasi muda Kalimantan Tengah memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan, memperoleh layanan kesehatan, dan memenuhi kebutuhan hidupnya,” tegas Lisda saat membacakan amanat Gubernur.

Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sarana dan mutu pendidikan di lingkungan UPR. Pada saat yang sama, para mahasiswa baru diimbau untuk membentengi diri dari berbagai ancaman sosial yang dapat merusak masa depan, seperti pergaulan bebas, tindak asusila, judi online, dan penyalahgunaan narkoba.

Seluruh mahasiswa diharapkan memegang teguh nilai Huma Betang sebagai pijakan hidup rukun dalam keberagaman, serta meresapi filosofi Belom Bahadat untuk senantiasa menjunjung adab, etika, dan penghormatan terhadap sesama maupun lingkungan. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *