PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Tengah bersama Kantor Kemenhaj Kota Palangka Raya menggelar zikir, doa bersama, dan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (2/10/2026) itu melibatkan jemaah haji dan umrah di Kota Palangka Raya, termasuk jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci serta calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada 2027.
Kepala Kanwil Kemenhaj Kalteng, H. Hasan Basri, S.Ag., M.A.P., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu ikhtiar spiritual untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani karhutla dan mengurangi dampak kabut asap.
“Berbagai ikhtiar telah dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan karhutla. Namun, ikhtiar di dunia juga harus kita barengi dengan berdoa kepada Allah, memohon rahmat-Nya berupa hujan berkah,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (2/10/2026).
Menurut Hasan, dampak kabut asap menjadi perhatian karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat, termasuk jemaah haji yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan.
Ia mengkhawatirkan paparan asap yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bagi jemaah yang harus beraktivitas di luar ruangan.
“Dampak daripada asap ini pasti berimbas kepada jemaah haji yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan kesehatan. Kalau kondisi ini berlarut-larut, dikhawatirkan ada yang terpapar penyakit ISPA,” katanya.
Hasan menjelaskan, kegiatan tersebut diprioritaskan bagi jemaah haji dan umrah. Sejumlah pemangku kepentingan juga diundang untuk mengikuti doa bersama, antara lain pemerintah daerah, instansi terkait, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat dikabulkan sehingga hujan turun dengan intensitas yang cukup untuk membantu membasahi lahan gambut dan mengurangi titik api di wilayah Kalimantan Tengah.
“Memang sudah ada tanda-tanda hujan, tetapi hanya sebentar. Kami berharap setelah ini turun hujan yang lebih deras, yang bisa mengurangi titik-titik api ataupun membasahi gambut-gambut di hutan kita,” tuturnya.
Hasan menegaskan, pelaksanaan salat istisqa merupakan bagian dari ikhtiar yang dilakukan Kemenhaj melalui kegiatan keagamaan. Upaya tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah dan instansi terkait di lapangan. (daw)






