PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SDN 02 Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kamis (10/9/2026). Kunjungan tersebut berlangsung di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Gibran tiba di Palangka Raya sekitar pukul 08.00 WIB dan melanjutkan agenda ke SDN 02 Petuk Katimpun hingga sekitar pukul 10.30 WIB. Di sekolah tersebut, Wapres meninjau proses pembelajaran sekaligus menyerahkan bantuan.
Selain melihat aktivitas belajar siswa, Gibran turut mendapatkan gambaran mengenai kondisi masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak karhutla.
Dalam kesempatan tersebut, warga Petuk Katimpun menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi akibat kebakaran. Salah satunya disampaikan Ernawati, warga setempat, yang mengungkapkan adanya kebun dan rumah kebun warga yang terbakar di kawasan Jalan Cilik Riwut Kilometer 13.
Menurut Ernawati, salah satu kebun milik warga mengalami kerusakan setelah kebakaran. Kebun nanas dan rambutan disebut ikut terdampak, termasuk rumah kebun yang berada di kawasan tersebut.
Warga berharap lahan yang terbakar dapat segera dipulihkan dengan bantuan bibit tanaman. Menurut Ernawati, kondisi tanah setelah kebakaran sebenarnya masih memungkinkan untuk kembali dimanfaatkan sehingga lahan tersebut tidak dibiarkan kosong.
“Iya, rumah kebunnya itu kita minta bibitnya, biar dia kan habis kebakar ini. Subur lagi itu tanah. Kalau bisa secepatnya itu, Pak, jadikan dia enggak kosong,” ujar Ernawati.
Selain pemulihan kebun, warga juga menyampaikan kebutuhan terhadap sumber air berupa sumur bor. Kebutuhan tersebut dinilai penting karena masyarakat di kawasan tersebut umumnya tidak menggunakan jaringan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Ernawati mengatakan aspirasi tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan melalui kelurahan. Ia menyebut komunikasi lanjutan dengan pihak pendamping Wapres juga dimungkinkan setelah nomor kontak diberikan untuk menindaklanjuti kebutuhan warga.
Kunjungan Wapres ke Petuk Katimpun akhirnya tidak hanya menjadi agenda peninjauan kegiatan pendidikan dan pemberian bantuan, tetapi juga membuka ruang bagi pemerintah untuk melihat langsung persoalan masyarakat di kawasan yang terdampak karhutla.
Aspirasi mengenai pemulihan lahan dan penyediaan sumber air tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan warga setelah kebakaran, ketika penanganan tidak lagi hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat yang terdampak. (daw)


