PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (31/8/2026). Massa menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.
Salah satu persoalan yang disampaikan massa ialah pemasangan ucapan selamat ulang tahun untuk istri Gubernur Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, oleh sejumlah perangkat daerah. Massa menilai pemasangan ucapan tersebut tidak tepat dilakukan ketika masyarakat masih menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.
Sorotan itu sebelumnya mencuat setelah sejumlah akun resmi perangkat daerah mengunggah ucapan ulang tahun untuk Aisyah pada 21 Agustus 2026. Ucapan serupa juga disebut dipasang melalui salah satu media cetak lokal. Unggahan tersebut kemudian menuai kritik karena bertepatan dengan situasi karhutla yang terjadi di Kalteng.
Dalam aksi Senin, massa membawa spanduk bertuliskan ucapan selamat ulang tahun sebagai bentuk kritik simbolik. Massa juga memutar sejumlah lagu bertema ulang tahun di lokasi demonstrasi.
Koordinator lapangan Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan, Dinda Pramida, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk sindiran terhadap pemerintah daerah dan perangkat daerah yang dinilai lebih menonjolkan ucapan ulang tahun di tengah situasi karhutla.
“Kami sangat-sangat menyayangkan pemerintah Kalteng, dinas-dinas dan lainnya. Di tengah kita sedang kebakaran hutan dan lahan, malah sibuk mengucapkan selamat ulang tahun,” ujar Dinda saat diwawancarai.
Menurut Dinda, penyampaian ucapan tersebut dinilai tidak tepat jika melihat kondisi masyarakat yang terdampak asap dan kebakaran. Karena itu, spanduk dan pemutaran lagu ulang tahun digunakan sebagai bagian dari aksi simbolik untuk menyampaikan kritik.
“Bahkan itu sangat mempermalukan kita Kalteng. Banyak orang lagi ucapkan ‘pray for kalimantan’, ternyata kita malah ucapin selamat ulang tahun,” katanya.
Dinda menegaskan, persoalan tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan dalam aksi. Ia meminta pemerintah daerah lebih memprioritaskan penanganan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
“Makanya kami mengadakan salah satu aksi simbolik kami dari jauh, untuk sedikit menyinggung pihak-pihak yang memang tertera di spanduk kami,” ujarnya.
Aksi tersebut berlangsung pada hari yang sama ketika Pemerintah Provinsi Kalteng menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla. Pemprov Kalteng juga memperkuat penanganan dengan mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) dan relawan ke lapangan.
Selain itu, operasi pemadaman diperkuat melalui pengerahan armada udara untuk water bombing serta penambahan sumur bor di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran. (daw)






