PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Aktivitas transportasi udara dan laut di Kalimantan Tengah mengalami penurunan pada Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah penumpang pesawat turun 6,53 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan penumpang kapal laut merosot lebih dalam hingga 31,65 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Taufiqurrahman, menyampaikan perkembangan tersebut pada Kamis (1/10/2026). Penurunan juga terjadi pada frekuensi penerbangan, kunjungan kapal, serta volume barang yang diangkut melalui kedua moda transportasi tersebut.
Pada angkutan udara, frekuensi penerbangan selama Agustus 2026 tercatat sebanyak 1.789 penerbangan, turun 3,97 persen dari 1.863 penerbangan pada Juli 2026. Meski mengalami penurunan secara bulanan, frekuensi penerbangan pada Agustus 2026 masih lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada 2025 maupun 2024.
Jumlah penumpang pesawat juga berkurang dari 144.814 orang pada Juli menjadi 135.353 orang pada Agustus 2026. Penurunan terutama terjadi pada penumpang datang yang berkurang 13,36 persen.
Dari sisi logistik udara, volume barang turun 3,26 persen, dari 2.023 ton menjadi 1.957 ton. Penurunan tercatat pada volume bagasi yang dibongkar sebesar 16,32 persen dan bagasi yang dimuat sebesar 1,58 persen. Sementara itu, volume barang bukan bagasi yang dimuat turun 10,43 persen.
Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya menjadi pusat aktivitas angkutan udara di Kalteng selama Agustus 2026. Bandara tersebut melayani 53,08 persen dari total penumpang dan menangani 68,11 persen arus barang melalui angkutan udara.
Penurunan lebih besar terjadi pada transportasi laut. Frekuensi kunjungan kapal di seluruh pelabuhan di Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 892 kunjungan pada Agustus 2026, turun 12,89 persen dibandingkan Juli yang mencapai 1.024 kunjungan.
Jumlah penumpang kapal laut merosot dari 56.041 orang menjadi 38.305 orang atau turun 31,65 persen. Penurunan berasal dari jumlah penumpang datang yang berkurang 41,93 persen dan penumpang berangkat yang turun 17,18 persen.
Sementara itu, volume barang yang diangkut melalui transportasi laut turun 2,94 persen, dari 2,23 juta ton pada Juli menjadi 2,16 juta ton pada Agustus 2026. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh volume barang yang dimuat, yang berkurang 5,46 persen. Sebaliknya, volume barang yang dibongkar justru meningkat 6,38 persen.
Aktivitas penumpang angkutan laut terkonsentrasi di Pelabuhan Kumai, dengan porsi 82,23 persen dari total penumpang. Adapun arus barang didominasi Pelabuhan Sampit yang menangani 60,05 persen dari total barang melalui angkutan laut.
Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan aktivitas transportasi pada Agustus 2026 terjadi pada kedua moda, baik dari sisi mobilitas penumpang maupun distribusi barang. Namun, penurunan jumlah penumpang kapal laut jauh lebih besar dibandingkan angkutan udara, sementara arus barang melalui kedua moda tersebut sama-sama mengalami kontraksi secara bulanan. (daw)






