Palangka Raya, Kantamedia.com – Enam mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil terpilih sebagai penerima Beasiswa Orangutan Caring Scholarship (OCS) 2026. Program ini menjadi langkah nyata memperkuat regenerasi pelestarian orangutan dan menjaga keberlanjutan hutan Kalimantan.
Beasiswa konservasi tersebut diinisiasi oleh Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerja sama dengan Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI).
Penyerahan beasiswa turut disaksikan sejumlah turis dari Amerika Serikat dan Australia yang tengah mengikuti ekotur edukasi di Kalimantan.
Para penerima berasal dari dua lini keilmuan yang krusial bagi masa depan hutan Kalimantan, yakni Jurusan Kehutanan dan Jurusan Biologi. Kedua jurusan dinilai memiliki peran strategis dalam riset, konservasi, dan edukasi masyarakat terkait ekosistem hutan dan satwa endemik.
Proses seleksi dilakukan secara ketat. Tim penilai mempertimbangkan rekam jejak sosial, visi konservasi, serta tingkat keaktifan mahasiswa dalam kegiatan pelestarian lingkungan kampus maupun masyarakat.
OCS 2026 diharapkan menjadi suntikan energi baru bagi komitmen pelestarian orangutan di Kalimantan Tengah. Selain dukungan biaya pendidikan, penerima juga akan dilibatkan dalam program riset, edukasi, dan aksi lapangan bersama mitra konservasi.
Wakil Rektor Bidang Akademik UPR, Dr. Natalina Asi, M.A mengapresiasi kolaborasi ini. Ia berharap beasiswa tersebut memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam perlindungan orangutan dan hutan gambut Sabangau yang menjadi habitat utama satwa dilindungi itu.
“Dengan mendapatkan beasiswa ini, mahasiswa diharapkan tumbuh rasa cinta dan tanggung jawab untuk turut melestarikan orangutan,” ungkapnya, Selasa (30/6/2026).
Disebutkan sejak 2018 hingga 2024, UPR telah melahirkan 30 mahasiswa penerima OCS. Dengan tambahan enam penerima tahun ini, UPR terus memperkuat posisinya sebagai kampus konservasi yang menyiapkan generasi muda peduli lingkungan di Kalimantan. (*/Fay)


