DPRD Barsel Dukung Verifikasi Ulang Penerima Bansos

Buntok, kantamedia.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan H. Raden Sudarto mendukung Pemerintah melakukan verifikasi ulang terhadap penerima bantuan sosial (bansos), terutama apabila terdapat indikasi keterlibatan dalam aktivitas judi online. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bantuan pemerintah tetap diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria dan benar-benar membutuhkan.

Raden Sudarto, mengatakan penerima bansos harus merupakan masyarakat terdampak dan tergolong tidak mampu. Karena itu, setiap informasi atau indikasi terkait aktivitas judi online perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum menjadi dasar pengambilan kebijakan.

“Judi online ini masih sebatas indikasi. Karena itu, harus ada verifikasi dan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan terlibat atau tidak,” kata Raden Sudarto, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, apabila hasil verifikasi nantinya menunjukkan penerima bansos memang terlibat judi online dan kondisi ekonominya tidak lagi sesuai dengan kriteria penerima, status bantuan tersebut perlu dievaluasi.

“Jangan langsung menyimpulkan seseorang hanya karena ada indikasi. Harus diverifikasi. Kalau setelah diverifikasi memang terbukti dan tidak lagi memenuhi kriteria, tentu status penerima bantuannya harus dievaluasi,” tegasnya.

Legislator PDI Perjuangan itu juga menyinggung penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Ia menilai penerima PKH harus menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan tidak menggunakannya untuk aktivitas yang bertentangan dengan ketentuan pemerintah.

Menurutnya, evaluasi data penerima juga harus memperhatikan ketentuan pemerintah mengenai kondisi keluarga dan persyaratan penerima bantuan. Ia meminta Dinas Sosial memperkuat sosialisasi mengenai mekanisme serta kriteria penerima bansos. Verifikasi dan seleksi ulang juga perlu dilakukan agar bantuan tidak salah sasaran.

“Kita ingin bansos tepat sasaran. Jadi, setiap indikasi harus diverifikasi secara objektif, bukan langsung menghakimi penerima,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Selatan, Syahdiani mengungkapkan, sebanyak 1.524 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terindikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online (judol). Data tersebut merupakan hasil pemadanan data penerima bantuan sosial yang mencakup penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Jumlah tersebut berasal dari terdiri dari total 2.100 penerima PKH dan 3.718 penerima BPNT. “Dari hasil pemadanan data, ada 1.524 KPM dari penerima PKH maupun BPNT yang terindikasi terkait judi online,” kata Syahdiani di Buntok, Senin (7/9/2026).

Namun, Syahdiani menegaskan, munculnya data tersebut tidak serta-merta berarti seluruh penerima bantuan secara langsung melakukan aktivitas judi online. Menurutnya, terdapat sejumlah kemungkinan yang perlu ditelusuri di balik munculnya data penerima bansos yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan judi online. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *