Pemkab Barsel Diminta Lengkapi Armada Pemadam di Tiap Kecamatan

Buntok, Kantamedia.com — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan didesak untuk memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan bencana di wilayahnya, termasuk di tingkat kecamatan. Langkah ini dinilai mendesak guna mengoptimalkan penanganan musibah kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan yang terus mengintai wilayah tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Selatan (DPRD Barsel), H. Raden Sudarto, mengharapkan seluruh kecamatan di Barito Selatan sudah memiliki armada pemadam kebakaran yang memadai, baik berupa mobil tangki maupun kapal pemadam, pada 2027 mendatang.

“Selain diadakannya mobil tangki pemadam maupun kapal pemadam di setiap kecamatan, kita juga berharap setiap desa memiliki mesin pompa portabel yang bisa dibawa ke mana-mana untuk memadamkan api,” ujar Raden Sudarto di Buntok, Kamis (3/9/2026).

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa H. Alex ini menyoroti pentingnya keandalan fasilitas keselamatan masyarakat. Ia meminta instansi terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, segera menginventarisasi dan memperbaiki seluruh peralatan penanggulangan api yang mengalami kerusakan.

Menurut Alex, kesiapan personel di lapangan akan menyusut maknanya jika tidak ditunjang oleh kelengkapan sarana pendukung yang siap pakai saat darurat. “Kita tidak ingin bila terjadi kebakaran, meskipun banyak petugas yang datang, namun tidak berdaya akibat alat-alat yang dimiliki rusak dan hanya bisa jadi penonton,” tegas dia.

Atas dasar itu, ia mendesak Pemkab Barito Selatan agar menempatkan pengadaan armada baru dan pemeliharaan alat pemadam kebakaran sebagai program prioritas dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah daerah diminta berani menunda atau mengevaluasi program kerja lain yang sifatnya kurang mendesak demi menjamin keselamatan warga.

“Pengadaan pemadam kebakaran maupun perbaikan peralatan pemadam harus menjadi skala prioritas. Untuk kegiatan lainnya yang tidak mendesak, singkirkan saja atau ditunda,” tuturnya.

Sebagai bahan evaluasi bersama, Alex mengungkit peristiwa kebakaran yang baru-baru ini menghanguskan sejumlah pemukiman warga di Kelurahan Pendang, Kecamatan Dusun Utara. Keterbatasan sarana pemadam yang diperparah oleh krisis air bersih akibat musim kemarau panjang membuat proses pemadaman api di lokasi tersebut berjalan tidak maksimal.

“Seperti kebakaran yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Pendang, Kecamatan Dusun Utara. Karena peralatan untuk pemadam kurang, ditambah lagi musim kemarau yang membuat warga kesulitan mendapatkan air, ada beberapa rumah yang terbakar. Seandainya peralatan pemadam memadai, semestinya tidak sampai seperti itu,” ucapnya. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *